Terbit: 22 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mual setelah makan, kok bisa? Ya, setelah makan kita seharusnya merasakan sensasi perut yang kenyang dan nyaman. Bahkan beberapa orang mengaku memiliki suasana hati yang lebih baik setelah makan. Akan tetapi, ada juga yang justru mengalami gejala begah atau mual-mual sehabis makan. Sebenarnya, apa penyebab mual setelah makan?

11 Penyebab Mual Setelah Makan, Wajib Waspada!

Penyebab Mual Setelah makan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan datangnya sensasi mual sehabis mengonsumsi makanan. Selain karena jenis makanan yang kita konsumsi, bisa jadi hal ini terkait dengan kondisi kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab mual setelah makan yang perlu Anda ketahui.

1. Alergi Makanan

Ada sebagian orang yang mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu. Sebagai contoh, ada yang alergi dengan kacang, telur, dan makanan laut seperti udang. Masalahnya adalah, terkadang mereka tidak menyadari bahwa dirinya mengalami masalah alergi dan tetap mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Hal ini akan menyebabkan reaksi dari sistem kekebalan tubuh berupa dilepasnya zat kimia berupa histamin yang akhirnya membuat gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan pada bibir, dan mual pada perut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

2. Keracunan Makanan

Keracunan makanan berbeda dengan alergi. Kondisi ini kemungkinan terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang sudah terpapar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia tertentu yang langsung menyebabkan dampak kesehatan pada tubuh seperti mual-mual, muntah, diare, hilangnya kesadaran, dan gejala lainnya.

Pada kasus ini, penyebabnya bisa karena beberapa faktor, seperti pengolahan makanan yang tidak tepat, penyajian makanan yang tidak higienis, hingga pemilihan bahan makanan yang tidak tepat. Sebagai contoh, jika kita memilih jamur yang ternyata beracun, maka memakannya tentu akan menyebabkan masalah kesehatan ini.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang dijual di tempat yang tidak higienis juga bisa menjadi penyebabnya. Gejala keracunan makanan tidak hanya berlangsung sebentar. Jika cukup parah, gejalanya bahkan bisa bertahan hingga berhari-hari lamanya, apalagi jika tidak tertangani dengan baik.

3. Stres

Stres ternyata juga berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan tubuh, termasuk gangguan pencernaan. Menurut penelitian, stres dan gangguan kecemasan berlebih berkontribusi terhadap timbulnya sensasi mual pasca mengonsumsi makanan.

4. Asam Lambung Naik

Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan munculnya gejala mual-mual adalah naiknya asam lambung. Selain mual, naiknya asam lambung juga ditandai oleh gejala lainnya yakni:

  • Perut kembung
  • Nyeri dada
  • Area dada terasa seperti terbakar (heartburn)

Penyebab dari kondisi yang satu ini bisa karena kebiasaan makan dengan terlalu cepat, makan tidak teratur, hingga mengonsumsi makanan yang bersifat asam, kaya lemak, dan berminyak.

5. Radang Lambung

Peradangan pada lambung—tepatnya dinding lambung—atau gastritis bisa berdampak pada munculnya rasa mual, terutama sehabis mengonsumsi makanan. Terlebih lagi jika Anda mengonsumsi makanan-makanan yang pedas, berlemak, atau berminyak.

Tidak hanya mual, Anda pun kemungkinan akan merasakan gejala lalinnya yaitu:

  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Muntah

6. Tukak Lambung

Masih terkait dengan lambung, penyebab mual setelah makan selanjutnya adalah tukak lambung. Tukak lambung adalah kondisi ketika pada lambung—tepatnya dinding lambung—terdapat luka. Luka ini merupakan akibat dari:

  • Infeksi bakteri pylori
  • Pengkikisan lapisan dinding lambung akibat asam lambung
  • Konsumsi obat antiinflamasi dalam jangka panjang

7. Kehamilan

Jika Anda para wanita merasakan mual sehabis mengonsumsi makanan, ini bisa saja menjadi pertanda dari kehamilan! Ya, gejala ini merupakan gejala morning sickness yang memang lumrah terjadi pada ibu hamil, terutama di awal-awal masa kehamilan.

Munculnya gejala mual ini terkait dengan adanya perubahan hormon yang terjadi saat hamil. Selain mual, Anda juga mungkin akan merasa pusing dan muntah. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu Anda khawatirkan karena memang normal terjadi.

8. Infeksi Usus

Penyebab mual setelah makan lainnya adalah adanya gangguan pada pencernaan. Gangguan pencernaan tersebut yakni infeksi usus oleh bakteri seperti bakteri E. coli, Campylobacter, dan Salmonella.

Dalam dunia medis, kondisi ini memiliki nama gastroenteritis atau flu perut. Selain mengalami mual, gejala lainnya yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  • Kram perut
  • Diare
  • Muntah

9. Penyempitan Pembuluh Darah

Mual sehabis makan juga bisa menjadi pertanda adanya penyempitan pembuluh darah pada saluran pencernaan. Gejala lainnya yang menyertai termasuk rasa nyeri pada area perut.

Segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala muntah beserta sakit perut dalam waktu lama. Penyempitan pembuluh darah ini harus segera mendapat penanganan medis karena jika tidak, akibatnya bisa fatal.

10. Penyakit Jantung

Pada kasus yang parah, rasa mual yang Anda rasakan sesudah makan bisa jadi menandakan adanya masalah pada organ jantung. Hal memungkinkan apabila Anda juga merasakan sejumlah gejala lainnya seperti:

  • Sakit dada sebelah kiri
  • Nyeri atau sensasi kebas pada lengan sebelah kiri
  • Nyeri rahang
  • Kepala pusing
  • Keringat dingin

11. Obat-obatan

Penggunaan obat tertentu tak luput dari penyebab munculnya rasa mual setelah makan. Obat-obatan yang kemungkinan besar memunculkan gejala ini adalah sebagai berikut:

  • Antinyeri
  • Antibiotik
  • Obat kanker

Cara Mengatasi Mual Setelah Makan

Cara mengatasi kondisi ini tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, jika mual terjadi akibat gangguan lambung, maka Anda bisa mengonsumsi obat-obatan seperti antasida, PPI, dan sebagainya. Sementara untuk mual karena adanya infeksi, maka pemberian obat antibiotik menjadi solusinya.

Anda juga bisa menerapkan sejumlah cara guna meredakan mual sekaligus mencegah kondisi tersebut kembali terjadi di kemudian waktu. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hindari atau batasi konsumsi makanan yang berminyak, berlemak, bersantan, dan pedas
  • Jangan makan terlalu cepat
  • Makan dalam porsi yang sedikit, namun sering
  • Beri jeda beberapa saat setelah makan sebelum kembali melanjutkan aktivitas
  • Pastikan mengonsumsi makanan yang telah terjamin higienitasnya

Waspadai Mual Setelah Makan Jika Disertai Gejala Ini!

Mual sehabis makan bisa menjadi pertanda adanya gangguan medis serius. Segera periksakan diri ke dokter apabila mual terjadi beserta gejala-gejala berikut:

  • Nyeri pada dada
  • Diare yang berlangsung cukup lama
  • Dehidrasi
  • Perubahan warna urine
  • Demam
  • Peningkatan denyut jantung
  • Sakit perut luar biasa
  • Muntah-muntah

 

  1. Bellefonds, C. 2020. Is Nausea After Eating an Early Sign of Pregnancy? https://www.whattoexpect.com/pregnancy/your-health/nausea-after-eating-early-sign-of-pregnancy/ (accessed on 22 October 2020)
  2. Kandola, A. 2020. What to know about nausea after eating. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317628#treatment (accessed on 22 October 2020)
  3. Watson, S. 2019. What Causes Nausea After Eating? https://www.healthline.com/health/nausea-after-eating (accessed on 22 October 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi