Terbit: 30 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Manfaat ASI atau air susu ibu sangat penting karena sebagai mengandung nutrisi paling optimal untuk mendukung pertumbuhan bayi. Namun, pilihan untuk memberikan ASI setiap wanita tidaklah sama, ada wanita yang dapat menyusui, sementara yang lain memilih untuk tidak menyusui. Simak beberapa manfaat ASI yang bisa didapatkan bayi dan ibu selengkapnya di bawah ini.

manfaat-ASI-doktersehat

Manfaat ASI bagi Bayi

Menyusui adalah cara paling alami untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. ASI mengandung vitamin, protein, dan lemak yang sempurna. Selain itu, ASI mengandung antibodi yang membantu bayi melawan virus dan bakteri.

Berikut ini adalah beberapa manfaat ASI yang bermanfaat bagi bayi, di antaranya:

1. Baik untuk Saluran Pencernaan

Manfaat ASI yang pertama adalah baik untuk saluran pencernaan bayi. Sejumlah pakar merekomendasikan pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan. ASI mengandung semua yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama kehidupan dalam proporsi yang tepat.

Selama hari-hari pertama setelah kelahiran, payudara menghasilkan cairan kental dan kekuningan yang disebut kolostrum. Kolostrum tinggi protein, rendah gula dan sarat dengan senyawa bermanfaat. Kolostrum adalah susu pertama yang ideal bagi saluran pencernaan bayi yang belum matang berkembang.

2. Memperkuat Antibodi

ASI sarat dengan antibodi yang membantu bayi melawan virus dan bakteri. Kolostrum menyediakan jumlah imunoglobulin A (IgA) yang tinggi, serta beberapa antibodi lainnya. IgA melindungi bayi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi

Ketika ibu terkena virus atau bakteri, tubuhnya mulai memproduksi antibodi. Antibodi ini kemudian disekresikan ke dalam ASI dan diberikan kepada bayi selama menyusui, cara ini dapat memberi bayi antibodi yang membantu melawan patogen yang menyebabkan penyakit.

Meski begitu, jika ibu sedang sakit, Anda tetap harus menerapkan kebersihan yang ketat. Cuci tangan sesering mungkin dan cobalah untuk tidak menginfeksi bayi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti pneumonia, diare dan infeksi.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Tertentu

Berikut ini adalah berbagai manfaat ASI eksklusif yang berguna untuk mengurangi risiko penyakit, di antaranya:

  • Infeksi telinga tengah: Pemberian ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih dapat mengurangi risiko hingga 50%, sementara menyusui ASI sementara dapat mengurangi risiko sebesar 23%.
  • Infeksi saluran pernapasan: Menyusui eksklusif selama lebih dari 4 bulan mengurangi risiko rawat inap untuk infeksi jenis ini hingga 72%.
  • Pilek dan infeksi: Bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan mungkin memiliki risiko hingga 63% lebih rendah terkena pilek dan infeksi tenggorokan yang serius.
  • Infeksi usus: Manfaat ASI yang bisa didapatkan adalah penurunan sebesar 64% kasus infeksi usus.
  • Kerusakan jaringan usus: Memberikan ASI pada bayi prematur dikaitkan dengan penurunan sekitar 60% dalam insiden necrotizing enterocolitis.
  • Penyakit celiac: Bayi yang mendapatkan ASI memiliki risiko 52% lebih rendah terkena penyakit ini.
  • Penyakit radang usus: Manfaat ASI bagi bayi membuatnya 30% lebih kecil untuk terserang penyakit radang usus pada masa anak-anak.
  • Diabetes: Menyusui selama minimal 3 bulan dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 1 (hingga 30%) dan diabetes tipe 2 (hingga 40%) pada anak.
  • Leukemia: Menyusui selama 6 bulan atau lebih dikaitkan dengan penurunan 15-20% risiko leukemia pada anak.

Selain mengurangi risiko banyak infeksi, manfaat ASI juga telah terbukti secara signifikan mengurangi keparahan penyakit. Perlu diketahui, efek perlindungan dari ASI tampaknya hanya bertahan sepanjang masa anak-anak hingga dewasa.

4. Membantu Perkembangan Otak Lebih Optimal

Beberapa penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dalam perkembangan otak antara bayi yang diberi ASI dan yang diberi susu formula. Perbedaan ini mungkin karena keintiman fisik, sentuhan, dan kontak mata yang berhubungan dengan menyusui.

Studi lain menunjukkan bahwa manfaat ASI membuat skor kecerdasan yang lebih tinggi dan kecil kemungkinannya untuk mengembangkan masalah dengan perilaku dan pembelajaran seiring bertambahnya usia.

Namun, efek yang paling menonjol terlihat pada bayi prematur, yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah perkembangan.

Beberapa penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa manfaat ASI bagi bayi memiliki efek positif yang signifikan terhadap perkembangan otak jangka panjang.

5. Mengurangi Risiko Sudden Infant Death Syndrome

Sudden infant death syndrome atau SIDS adalah kematian mendadak pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun, dan bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala sebelumnya. Guna mencegah terjadinya SIDS, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mendapatkan manfaat ASI. Seorang anak yang mendapatkan ASI eksklusif diketahui memiliki 20 persen lebih rendah untuk mengalami SIDS.

6. Mencegah Terjadinya Alergi

Dibanding dengan ASI, bayi yang mengonsumsi susu sapi atau kedelai memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita reaksi alergi begitu mulai mengonsumsi makanan padat. ASI memiliki kemampuan melindungi terhadap penyakit dan alergi karena zat yang disebut secretory immunoglobulin A (IgA).

Zat ini menjaga terhadap serangan kuman dengan membentuk lapisan pelindung pada selaput lendir di usus, hidung, dan tenggorokan bayi. Saat terpapar bakteri, tubuh bayi merespons patogen dengan membuat IgA yang spesifik untuk penyakit yang mencoba masuk ke dalam tubuh.

7. Membantu Mengontrol Berat Badan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI cenderung menjadi gemuk saat remaja atau dewasa. Hal ini mungkin disebabkan karena anak yang menyusui hanya belajar makan sampai rasa lapar mereka terpenuhi.

ASI juga mengandung lebih sedikit insulin (yang menciptakan lemak) dan menjaga berat badan pada tahap awal kehidupan. Kenaikan berat badan yang cepat saat bayi dapat dikaitkan dengan obesitas di kemudian hari.

8. Membuat Vaksin Lebih Efektif

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki respons antibodi yang lebih baik terhadap vaksin daripada bayi yang diberi susu formula.

9. Melindungi dari Penyakit Kronis

Manfaat ASI berikutnya adalah melindungi bayi dari penyakit seperti meningitis tulang belakang, diabetes tipe 1, dan limfoma Hodgkin.

10. Melindungi dari Eksim

Jika di dalam keluarga memiliki riwayat eksim atau alergi, sepertinya bayi Anda harus mendapatkan manfaat ASI. Protein dalam susu sapi dan susu formula kedelai dapat merangsang reaksi alergi dan eksim, sedangkan protein dalam ASI lebih mudah dicerna.

11. Hubungan dengan Anak Lebih Dekat

Melakukan kontak fisik dengan bayi adalah sesuatu yang penting. Menyusui ASI memungkinkan Anda untuk mengambil waktu tenang dan rileks antara kulit ibu dan anak. Meski begitu, hubungan antara orang tua dengan anak juga bisa dibangun meski pemberian ASI dilakukan dengan botol.

12. Mencegah Penyakit Menular

Seorang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih rendah untuk mengalami penyakit menular seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans, dan infeksi setelah persalinan pada bayi prematur.

13. Menjaga Kondisi Gigi

Manfaat ASI yang terakhir adalah menjaga kesehatan gigi dengan risiko kerusakan gigi yang lebih kecil.

Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu

Selain bermanfaat untuk bayi, menyusui ternyata juga memberi manfaat untuk ibu. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan ibu, di antaranya:

14. Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Ovarium

Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara dan kanker ovarium di masa mendatang.

15. Membantu Menurunkan Berat Badan

Seorang ibu yang memberikan ASI secara eksklusif lebih mudah untuk menurunkan berat badan. Saat menyusui, biasanya seorang ibu membakar sekitar 300 hingga 500 kalori dalam sehari.

16. Menurunkan Risiko Osteoporosis

Tubuh seorang wanita akan menyerap kalsium lebih efisien saat menyusui dan hamil–jika diimbangi dengan makan makanan yang mengandung kalsium. Hal inilah yang membuat risiko osteoporosis pada ibu yang sedang menyusui mengalami penurunan.

17. Menurunkan Risiko Depresi

Wanita yang menyusui tampaknya mengalami depresi pasca-persalinan yang lebih rendah, dibanding ibu yang menyapih lebih awal atau tidak menyusui.

Namun, wanita yang mengalami depresi pasca-persalinan lebih awal setelah melahirkan juga lebih cenderung mengalami kesulitan menyusui atau menyusui dalam durasi yang singkat.

Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah peningkatan jumlah oksitosin yang diproduksi selama kelahiran dan menyusui. Oksitosin tampaknya memiliki efek anti-kecemasan jangka panjang. Hormon ini juga memengaruhi daerah otak tertentu yang mempromosikan pengasuhan dan relaksasi.

18.  Mencegah Menstruasi

Menyusui secara terus menerus bisa menghentikan ovulasi dan menstruasi. Beberapa wanita bahkan telah menggunakan kondisi ini sebagai alat kontrasepsi alami selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Namun, cara ini bukanlah metode KB yang efektif.

 

  1. Allison T., MS, RDN, CDN. BREAST MILK BENEFITS. https://www.happyfamilyorganics.com/learning-center/mama/breast-milk-benefits/. (Diakses pada 30 Januari 2020).
  2. Anonim. Breastfeeding Overview. https://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics#1. (Diakses pada 30 Januari 2020).
  3. Anonim. The Advantages of breastfeeding. https://www.cbhs.com.au/health-well-being-blog/blog-article/2014/11/24/the-advantages-of-breastfeeding. (Diakses pada 30 Januari 2020).
  4. Bjarnadottir, Adda, MS, LN. 2017. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby. https://www.healthline.com/nutrition/11-benefits-of-breastfeeding#section2. (Diakses pada 30 Januari 2020).
  5. Lucia, Carole Anderson, Jessica Hartshorn. The Benefits of Breastfeeding. https://www.parents.com/baby/breastfeeding/basics/the-benefits-of-breastfeeding/. (Diakses pada 30 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi