Yoghurt, Makanan Nikmat yang Bisa Mengatasi Depresi

DokterSehat.Com – Kini, semakin banyak orang yang terkena masalah depresi. Penyebab dari munculnya masalah kejiwaan ini pun cukup beragam, dari tekanan ekonomi, masalah keluarga, atau bahkan hubungan dengan orang lain. Meskipun telah ditemukan berbagai cara untuk mengatasi depresi, dalam realitanya menyembuhkan masalah kejiwaan ini tidak semudah yang dibayangkan. Beruntung, baru-baru ini pakar kesehatan berhasil menemukan cara yang mudah dan nikmat untuk meringankan gejala depresi. Cara tersebut adalah dengan mengkonsumsi yoghurt.

doktersehat-almond-yoghurt

Pakar kesehatan dari University of Virginia School of Medicine menemukan fakta ini setelah melakukan penelitian pada tikus percobaan. Tikus-tikus ini dibuat stress dan depresi di dalam kandang dan kemudian diberi makanan yang berisi bakteri probiotik, bakteri baik yang bisa ditemukan pada yoghurt. Hasilnya adalah, para tikus ini berhasil menurunkan gejala-gejala depresi yang mereka alami.

Dalam penelitian ini, diketahui bahwa bakteri lactobacillus yang dikonsumsi oleh tikus mampu membuat suasana hati hewan pengerat ini menjadi kembali normal dan setelah beberapa kali mengkonsumsinya, gejala-gejala depresi ini pun menghilang. Bahkan, bakteri lactobacillus ini mampu menurunkan kadar kynureinine di dalam darah. Padahal, kynureinine inilah yang ikut menyebabkan gejala depresi pada tikus-tikus tersebut.

Pemimpin penelitian bernama Alban Gaultier menyebutkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan akan berefek sama pada tubuh manusia. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka para penderita depresi tidak perlu lagi khawatir dengan efek samping dari konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi depresi mengingat kini mereka hanya perlu mengkonsumsi yoghurt yang nikmat sekaligus menyehatkan. Hanya saja, penderita depresi juga sebaiknya mulai memperbaiki gaya hidupnya agar menjadi lebih sehat layaknya dengan mengubah pola makan, memperbaiki kualitas tidur, dan juga rutin berolahraga. Perubahan gaya hidup sudah terbukti positif bagi kesehatan mental seseorang.