Yoga Yang Bermanfaat Bagi Penderita Penyakit Jantung Paroxysmal AF

DokterSehat.Com – Paroxysmal AF adalah sebuah gangguan jantung yang setidaknya diidap oleh 1,5 hingga 2 persen manusia di dunia. Selain dengan pengobatan medis konvensional, penderita masalah jantung berupa paraxysmal AF atau masalah pada kecepatan irama detak jantung yang berpotensi menyebabkan stroke juga bisa mencoba yoga yang diyakini bisa menurunkan rasa sakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup pada penderita gangguan jantung ini.

shutterstock_139873150 copy

Fakta ini didapatkan dari European Journal of Cardiovascular Nursing dimana yoga ternyata bisa menurunkan denyut jantung dengan angka 0,1 dan juga secara efektif menurunkan tekanan darah tinggi para penderita paroxysmal AF. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika selama ini, para penderita paroxysmal AF akan cenderung sangat berhati-hati dalam melakukan berbagai aktifitas harian mereka karena takut beberapa gejala penyakit ini, layaknya sakit pada dada, pusing pada kepala, dan juga nafas yang sesak bisa berlanjut pada serangan stroke. Dunia medis sendiri masih belum bisa benar-benar menemukan obat untuk penyakit ini.

Dari jurnal di atas, kita bisa menemukan adanya penelitian yang dilakukan terhadap 80 pasien paroxysmal AF yang melakukan yoga dan juga yang tidak melakukan yoga. Semua pasien yang diteliti juga melakukan pengobatan standar sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Semua pasien ini diteliti dalam hal irama denyut jantung dan juga tekanan darahnya dan setelah 12 minggu penelitian, ditemukan fakta dimana pasien paroxysmal AF yang melakukan yoga akan memiliki tingkat SF-36 (Short Form Health Survey) yang jauh lebih tinggi, khususnya dalam hal kesehatan psikologisnya, lambatnya irama denyut jantung, dan juga turunnya jumlah sitolik dan diastolik pada tekanan darahnya, jika dibandingkan dengan pasien yang tidak melakukan yoga.

Baca Juga:  Foto Bayi Prematur yang Tersenyum Ini Menyita Perhatian Banyak Orang

Dengan melakukan yoga, pasien paroxysmal AF akan menjadi lebih tenang dan justru ketenangan ini akan berpengaruh pada kondisi kesehatan jantungnya. Sebelumnya, penderita paroxysmal AF akan cenderung hidup dengan stress dan ketakutan dan justru bisa membuat kondisinya menjadi lebih buruk. Dengan pikiran yang lebih tenang dan kualitas kehidupan yang jauh membaik, penderita paroxysmal AF pun diyakini akan semakin menurunkan frekuensi kunjungan ke rumah sakit.