Withdrawal Syndrome Steroid – Ulasan Singkat

Gejala putus obat/ withdrawal syndrome adalah gejala yang timbul ketika seseorang menggunakan steroid jangka panjang dan tiba-tiba menghentikan obatnya.

doktersehat-suntik-injeksi

Obat kortison sintetis (kortikosteroid) mensimulasikan kortisol (kortisol adalah hormon alamiah tubuh, hormon anti-inflamasi yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal). Obat kortison sintetis (misalnya, prednison) memiliki banyak manfaat, tetapi tidak tanpa efek samping potensial.

Dua masalah utama yang berkaitan dengan pengobatan steroid terus menerus:

  1. Efek samping obat
  2. Gejala lain yang timbul karena perubahan keseimbangan sekresi hormon kortisol yang normal (gejala putus obat).

Produksi kortikosteroid dikendalikan oleh “mekanisme umpan balik,” yang melibatkan kelenjar adrenal, kelenjar pituitari, dan otak, yang dikenal sebagai “hipotalamus-hipofisis-adrenal axis” (HPAA). Mengkonsumsi dosis besar obat kortison sintesis selama beberapa hari, atau dosis yang lebih kecil selama lebih dari dua minggu, menyebabkan penurunan berkepanjangan fungsi HPAA.

Penggunaan steroid tidak dapat dihentikan tiba-tiba; tapering obat (penurunan dosis secara berkala sesuai resep dokter) memberikan waktu kelenjar adrenal untuk kembali ke pola normal. Gejala putus obat dapat menyerupai banyak masalah medis lainnya. Beberapa mungkin mengancam nyawa.

Tapering belum tentu sepenuhnya mencegah gejala putus obat. Menghentikan steroid perlu melibatkan banyak faktor, termasuk ketergantungan fisiologis pada kortikosteroid.

Pasien harus membawa daftar semua obat mereka dalam dompet untuk mengingatkan tenaga medis jika terjadi keadaan darurat.

Suplementasi dengan obat kortikosteroid mungkin diperlukan selama periode stres (seperti pembedahan), bahkan sampai satu tahun setelah menghentikan terapi kortikosteroid. Diagnosis putus obat steroid bisa sulit ditegakkan. Diagnosis lebih mudah jika pasien menyatakan bahwa baru-baru ini menghentikan atau menurunkan dosis obat steroid, seperti prednisone atau prednisolone.

Pengobatan putus obat steroid disesuaikan dengan individu. Pengobatan biasanya melibatkan pemberian steroid yang menurun secara bertahap selama beberapa minggu atau bulan. Dokter yang mampu berwenang meresepkan dan mengelola penurunan dosis steroid yaitu dokter perawatan primer, dokter ahli endokrin, dokter penyakit dalam. Prognosis putus obat steroid, jika didiagnosis dini dan diobati dengan tepat, biasanya baik.

Baca Juga:  Withdrawal Syndrome Steroid - Tapering dan Pemeriksaan Dokter

Untuk menghindari risiko putus obat dari steroid ini, gunakan steroid dalam waktu sesingkat-singkatnya. Pasien yang menggunakan steroid untuk jangka waktu yang panjang dapat mencegah putus obat steroid dengan perlahan-lahan menurunkan dosis di bawah arahan dokter.