WHO: Srilanka Terbebas Dari Malaria

DokterSehat.Com – Penyakit malaria seringkali ditemukan pada Negara-negara tropis layaknya di Indonesia. Namun, sebuah laporan yang berasal dari badan kesehatan dari PBB, WHO menyebutkan jika salah satu Negara Asia Selatan bernaam Srilanka berhasil mengeliminasi penyakit yang juga dikenal luas sebagai demam kuning ini. Padahal, pada pertengahan abad ke 20, Srilaka mengalami masalah malaria yang sangat parah. Bagaimana cara negara ini bisa membebaskan diri dari penyakit mematikan ini?

doktersehat-virus-zika-nyamuk-bau-ayam-hidup-cegah-malaria

Direktur Regional WHO bernama dr. Poonam Khetrapal Singh menyebutkan berbagai pihak di Srilanka berperan besar dalam mengeliminasi malaria. Tak hanya peran besar dari pemerintah, komunitas akar rumput dan semua lapisan masyarakat ikut berperan aktif dalam melawan malaria. Sebagai contoh, masyarakat mendukung penuh strategi klinik keliling yang mengatasi malaria yang memang diadakan di area-area dengan kasus penularan malaria yang sangat tinggi. Alhasil, pengobatan akan penyakit ini cukup cepat dan efektif untuk dilakukan. Tak hanya itu, masyarakat juga tanggap untuk melakukan pencegahan agar penyakit ini tidak lagi muncul pada area tempat tinggalnya.

Pada tahun 1970an dan 1980an, kasus malaria meledak di Srilanka dan memakan banyak korban. Melihat adanya hal ini, pada tahun 1990an, pemerintah Srilanka mulai berusaha mengendalikan parasit yang menyebabkan munculnya penyakit ini, termasuk diantaranya dengan mengendalikan perkembangbiakan nyamuk malaria. WHO pun mulai mendukung program pemerintah ini dan pada tahun 2006, kasus malaria di Srilanka berhasil ditekan hingga hanya seribu kasus saja per tahun. Yang menggembirakan adalah, semenjak tahun 2012, malaria sudah tidak lagi muncul di Srilanka hingga sekarang ini.

Selain Srilanka, negara tropis di Asia lainnya yang sudah terbebas dari malaria adalah Maladewa. WHO pun berharap bahwa perjuangan negara-negara ini menjadi inspirasi bagi negara-negara lain, khususnya Indonesia dan berbagai negara Asia Tenggara lainnya agar lebih baik dalam mengatasi penyakit malaria agar tidak lagi ada korban yang berjatuhan.