WHO: Bungkus Rokok Sebaiknya Polos dan Dipenuhi Gambar Peringatan Saja!

DokterSehat.Com – Tingginya angka perokok ternyata tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja. Di seluruh dunia, jumlah perokok aktif ternyata sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan sehingga WHO pun mulai semakin sigap dalam menyusun strategi agar bisa menekan jumlah perokok aktif. Belakangan ini, Badan Kesehatan Dunia dari PBB ini beserta dengan Konvensi Kerja Pengendalian Tembakau atau FCTC membuat sebuah anjuran pada para produsen rokok di seluruh dunia dimana bungkus rokok sebaiknya mulai dimodifikasi agar menjadi lebih polos tanpa adanya dekorasi apapun. Tujuannya, tentu saja agar para perokok mau berpikir ulang untuk mulai menghentikan kebiasaan buruk ini.

shutterstock_216024766 copy

Meskipun iklan-iklan rokok kini tidak lagi menunjukkan anjuran atau ajakan merokok secara langsung, tetap saja ada anggapan bahwa merokok dapat memberikan kenikmatan tersendiri bagi banyak orang. Bahkan, di Indonesia sendiri, merokok diibaratkan sebagai simbol kejantanan sehingga kini banyak anak-anak remaja yang sudah memulai kegiatan yang sangat tidak sehat ini.

Dengan meminta para produsen rokok untuk membuat bungkusnya menjadi polos dan tanpa dekorasi, maka diharapkan para perokok akan lebih memperhatikan gambar peringatan yang menunjukkan dampak buruk kesehatan yang nantinya mengintai para perokok. Setiap pemerintah boleh mengatur warna polos apa saja yang bisa menjadi warna dasar bungkus rokok, asalkan, pada bungkus ini, sebagian besar akan didominasi oleh gambar peringatan dan hanya sebagian kecil saja area untuk merek rokok sehingga bungkus rokok tidak lagi bisa menjadi ajang promosi rokok ini.

Di Australia, usaha menekan jumlah para perokok dengan memodifikasi bungkus rokok sudah mulai dilaksanakan dan diharapkan banyak perokok yang mulai mau mencoba untuk berhenti merokok dan membuat publik semakin awas dengan bahaya merokok. Lantas, kapan bungkus rokok di Indonesia akan dimodifikasi seperti ini?