Waspadai Puting Tertarik ke Dalam!

DokterSehat.com – Payudara yang masuk ke dalam merupakan hal yang biasa dikeluhkan wanita. Kondisi puting yang tidak muncul keluar tapi malah terbenam ke dalam ini disebut dengan inversi puting.



Pada dasarnya payudara wanita terbagi dalam tiga jenis. Pertama, payudara bentuk normal di mana keseluruhan puting keluar melebihi permukaan areola. Kondisi puting akan berlangsung seperti itu baik dalam keadaan normal maupun saat terangsang sacara seksual maupun akibat rangsang dingin. Kedua, puting datar dan tidak berubah bentuk meski telah dilakukan penekanan daerah areola sekitar 2 cm di luar puting (pinch test). Ketiga, payudara dengan puting tertarik ke dalam atau mencekung (inverted nipple) ketika dilakukan pinch test.

Kondisi puting jenis kedua dan ketiga tergolong tidak normal. Kedua jenis puting tersebut terbagi menjadi beberapa bentuk, seperti:

– Dimpled: Bentuk puting dimpled terlihat keluar sebagian tapi masih bisa ditarik keluar meski tidak bisa bertahan lama.

– Unilateral : Bentuk puting jenis ini hanya satu sisi payudara saja yang memiliki puting melesak ke dalam.

Inversi puting dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, berdasarkan sejauh mana puting masuk ke dalam dan kemampuan puting menanggapi rangsang.

Derajat 1

Pada derajat 1 puting mudah ditarik keluar dan kemampuan bertahannya cukup baik hanya dengan sedikit tarikan. Puting akan kembali keluar hanya dengan tekanan menggunakan jari atau mulut. Kondisi ini tidak akan mengganggu fungsi payudara.

Derajat 2

Kondisi puting yang masuk ke dalam masih dapat ditarik keluar, tapi penarikannya tidak semudah derajat 1. Puting bisa keluar dengan tekanan lembut tapi puting akan kembali mundur setelah tarikan dilepas. Kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa masalah terutama ketika pemberian ASI dan  dampak psikologis.

Baca Juga:  Benarkah Mitos Kehamilan Bisa Memicu Masalah Kerontokan?

Derajat 3

Kondisi puting pada derajat 3 akan terlihat sangat masuk ke dalam dan sangat sulit keluar atau menanggapi rangsang. Kondisi ini akan menyebabkan beberapa masalah bagi wanita yang sedang menyusui. Selain itu, kondisi ini juga dapat berdampak pada psikologis wanita akibat munculnya perasaan tidak menarik atau cacat.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) guna mengamati ada tidaknya perubahan di payudara seperti:

  • Perubahan bentuk payudara
  • Kulit yang memerah dan hangat
  • Adanya benjolan yang teraba maupun terlihat
  • Keluarnya cairan dari puting (nanah, darah)
  • Retraksi puting (puting masuk ke dalam)
  • Gambaran kulit jeruk pada payudara (dimpling)
  • Ketidakaturan penebalan jaringan payudara

Dari berbagai sumber