Waspadai Penyakit Jantung Terendam Cairan

DokterSehat.Com – Mengapa sampai terjadi kondisi dimana jantung terendam cairan? Beberapa diantara penyebabnya adalah sebagai berikut ini : infeksi (karena virus, bakteri, atau tuberkulosis), operasi jantung, gagal ginjal dengan kadar darah yang kaya akan nitrogen, gangguan peradangan (misalnya lupus eritematosus sitemik), kanker yang telah menyebar ke selaput dan otot pembungkus jantung.



Beberapa penderita penyakit jantung terendam cairan tidak memiliki tanda dan gejala apapun. Uniknya lagi, kondisi ini seringkali dijumpai tanpa kesengajaan pada pemeriksaan radiologis dengan foto rontgen (chest X ray) atau ekokardiogram yang dilakukan untuk tujuan lain.

Pada mulanya, selaput beserta otot pembungkus jantung dapat merenggang untuk mengakomodasi kelebihan cairan. Oleh karena itulah tanda dan gejala penderita penyakit jantung terendam cairan tidak muncul sampai sejumlah besar cairan terakumulasi.

Namun jika muncul berbagai gejala, hal itu diakibatkan oleh kompresi struktur di sekelilingnya, seperti: paru-paru, lambung, nervus phrenic (saraf yang menghubungkan ke diafragma). Gejala juga dapat timbul bila terjadi gagal jantung diastolik (gagal jantung yang terjadi karena jantung tidak mampu untuk relaksasi secara normal antara setiap kontraksi karena ada kompresi tambahan).

Beberapa gejala dari jantung terendam cairan yang perlu diwaspadai: sensasi mual, nafas pendek (terengah-engah, seolah sesak nafas), sulit untuk menelan, nyeri dada, dada seolah terasa ditekan, perut terasa penuh (kembung).

Sedangkan beberapa gejala jantung terendam cairan yang mampu menyebabkan terjadinya tamponade jantung adalah: syok, perubahan status mental, kulit dan bibir ( mulut ) warnanya berubah menjadi sedikit biru. Tamponade jantung adalah: suatu kondisi gawat darurat medis dimana terjadi kompresi berat dari jantung yang merusak kemampuan dan mengganggu fungsi jantung. Tamponade jantung sebagai hasil dari jantung terendam cairan dapat mengancam kehidupan, sehingga memerlukan drainage cairan segera.

Baca Juga:  Cegah Kanker Payudara dengan Sayur dan Buah

Beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis jantung terendam cairan adalah: foto rontgen, computed tomography (CT) scan dada, ekokardiogram, dan perikardiosentesis (suatu prosedur yang menggunakan jarum untuk menghilangkan cairan dari  perikardium jantung; cairan kemudian diperiksa untuk menentukan penyebab dari jantung terendam cairan).

Obat untuk kondisi jantung terendam cairan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya dan hanya boleh diberikan oleh dokter.