Waspadai Penyakit Ini Disaat Musim Kemarau

DokterSehat.Com – Cuaca beberapa bulan ini terasa begitu terik. Sinar matahari yang langsung menyengat tubuh membuat daya tahan cenderung menurun.



Debu yang berterbangan, lalat yang berkeliaran dan udara kering memudahkan penyakit menyerang tubuh yang berdaya tahan rendah. Di beberapa wilayah, sudah banyak masyarakat yang mengeluh kekurangan sumber air. BMKG pun merilis bahwa kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga November 2015.

Dari fakta di atas, ada baiknya kita mewaspadai penyakit yang berpotensi menyerang serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Menurut dokter umum RS Sari Asih Karawaci, dr Ahmad Fauzan, setidaknya ada 3 jenis penyakit yang perlu diwaspadai pada musim kemarau ini, yaitu :

  • Infeksi saluran pernapasan atas
    Ketika hujan lama tak turun jumlah debu yang ada di sekitar kita lebih meningkat. Hal ini berpotensi menyebabkan debu mengiritasi saluran pernapasan yang kemudian menjadi infeksi saluran pernapasan atas. Sehingga muncul gangguan kesehatan pada tenggorokan, pita suara, dan amandel. Penyakit ini paling sering menyerang pada musim kemarau.

    Kondisi ini rentan menyerang bagi mereka yang memiliki alergi seperti asma.

    Untuk mencegah hal ini terjadi, dokter Ari menyarankan penggunaan masker saat sedang di jalanan misalnya saat mengendarai motor. Pastikan juga kondisi rutin membersihkan rumah sehingga tetap bersih minim debu.

  • Diare
    Penyakit kedua yang sering menghampiri di musim kemarau adalah diare. Dokter Ari pun mengungkapkan banyak pasien yang datang kepadanya dengan keluhan ini pada beberapa waktu terakhir ini.

    Musim kemarau membuat kualitas air jadi terganggu sehingga pasokan air jadi terbatas. Ini membuat pencucian bahan mentah maupun peralatan makan jadi terbatas. Selain itu jumlah debu yang banyak menyebabkan makanan, terutama di pinggir jalan, mudah terkontaminasi debu. Kondisi yang kurang higienis ini bisa memicu terjadinya diare.

    Agar tak sakit gara-gara diare, dokter Ari menyarankan untuk meminimalisir makan di pinggir jalan.

    Jika makan di pinggir jalan pintar-pintarlah pilih yang tempat makan yang peralatannya dicuci bersih. Pastikan juga makanannya tertutup sehingga minim debu. Lalu kalau minum lebih baik pilih air dalam kemasan dibandingkan gelas yang kita tidak tahu pasti kebersihannya, ungkap dokter Ari.

    Meski tampak bersih, kita juga tak tahu persis kan kebersihannya? Nah dokter Ari menyarankan lebih baik membawa bekal makan dari rumah yang diketahui kebersihannya.

    Jangan lupa perbanyak minum air putih tidak dingin. Perbanyak konsumsi buah dan sayur agar daya tahan tubuh lebih kuat.

  • Demam berdarah
    Sebenarnya ini penyakit yang datang dalam setiap tahun. Namun menurut dokter Ari ada kenaikan pasien demam berdarah meski tidak terlalu tinggi. Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara agar terhindar dari penyakit ini.