Waspadai Melanoma, Hitung Tahi Lalat Anda

DokterSehat.Com – Menghitung jumlah tahi lalat pada tubuh Anda merupakan cara yang mudah untuk mengetahui risiko terserang kanker kulit yang mematikan, namun jumlah tersebut pun tidak terlalu berarti, menurut penelitian terbaru.

doktersehat-flek-hitam-wajah-sinar-UV-jerawat-komedo

Faktanya, banyak orang yang didiagnosis dengan melanoma hanya memiliki beberapa tahi lalat, menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Dermatology baru-baru ini.

“Kunci utamanya adalah pemeriksaan kulit dasar oleh dokter. Selain itu, orang-orang juga perlu memahami dan melakukan pemeriksaan kulit sendiri,” menurut penulis Alan C. Geller, M.P.H., R.N. dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, kepada CBS News.

Pada penelitian tersebut, Geller dan tim nya memeriksa 566 pasien dengan melanoma dengan rerata usia 57 tahun dan menemukan bahwa lebih dari dua pertiganya memiliki nol hingga 20 tahi lalat. Terlebih lagi, lebih dari 70 persen pasien ini tidak memiliki tahi lalat yang atipikal.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa wujud tahi lalat adalah penting untuk diperhatikan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada pasien dengan usia kurang dari 60 tahun yang memiliki tahi lalat atipikal, lima kali lebih berisiko terhadap melanoma yang lebih tebal – hal ini mengindikasikan kanker berada lebih dalam pada kulit dan lebih mematikan – dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki tahi lalat atipikal.

Penelitian yang dilakukan dengan bantuan dana dari perusahaan farmasi Merck ini menyatakan bahwa bukan berarti bahwa menghitung jumlah tahi lalat pada kulit Anda merupakan hal yang salah dalam mendeteksi kanker kulit. Malah, orang-orang dengan tahi lalat lebih sedikit – terutama jika diantaranya abnormal – harus waspada bahwa dirinya berisiko.

“Memiliki sejumlah tahi lalat merupakan faktor risiko yang penting untuk melanoma, namun yang kami tekankan di sini, bila Anda tidak memiliki banyak tahi lalat bukan berart Anda kebal terhadap melanoma,” ujar Geller. “Jadi pentingnya pemeriksaan kulit dasar adalah agar orang-orang mengetahui lebih banyak mengenai tahi lalat yang dimilikinya dan agar dokter dapat memberitahu pasien tahi lalat mana yang perlu diperhatikan dari waktu ke waktu.”

Baca Juga:  Ibu Menyusui Sebaiknya Menghindari Hal-Hal Ini

Geller merekomendasikan untuk mengambil foto tahi lalat dan memperhatikan perubahannya dari waktu ke waktu menggunakan metode ABCD – akronim untuk membantu mengingat apa yang perlu diperhatikan:

  • Asimetri (setengah sisi dari tahi lalat tampak berbeda dengan setengah sisi lainnya)
  • Batas (ada tidaknya perubahan pada tepi tahi lalat misalnya meninggi, tidak rata, atau tidak jelas)
  • Color atau warna (warna tahi lalat tidak rata atau berubah, misalnya menjadi lebih gelap)
  • Diameter (tahi lalat menjadi lebih besar daripada ujung penghapus pensil)

Menurut American Cancer Society, lebih dari 76.000 orang di Amerika Serikat akan didiagnosis dengan melanoma pada 2016 dan sekitar 10.000 orang akan meninggal karena penyakit tersebut tahun ini.

Geller mengatakan banyak kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan deteksi dini oleh pasien maupun dokter.

“Kami sangat ingin berpesan pada orang-orang di luar sana bahwa terdapat risiko yang lebih besar akibat melanoma daripada yang selama ini kita ketahui dan bahwa kita dapat melakukan sesuatu untuk mencegahnya,” ucapnya. “Ini adalah satu-satunya kanker yang dapat Anda lihat. Ketika melanoma muncul di kulit, baik pasien, dokter, dan anggota keluarga dapat berperan dalam mengatasinya.”