Waspadai Kulit “Tambalan” di Sekitar Kelamin

DokterSehat.com – Pernahkah Anda mengalami kulit seperti tambalan? Penyakit kulit seperti itu disebut dengan lichen sclerosus. Kondisi kulit yang terkesan seperti tambalan sebenarnya merupakan perkembangan kulit tipis berwarna putih di atas kulit. Kondisi ini bisa mempengaruhi kulit di seluruh bagian tubuh, tapi bagian yang paling sering mengalami masalah ini adalah kulit di sekitar anus, kulit vulva, dan kulup penis.



Baik pria, wanita, maupun anak-anak berisiko mengalami lichen sclerosus, namun wanita postmenopause memiliki risiko tertinggi. Lichen sclerosus akan menyebabkan komplikasi lain bila tidak segera diobati.

Penyebab

Belum diketahui apa penyebab pasti dari lichen sclerosus, tapi kemungkinan kondisi ini berkaitan dengan kurangnya hormon seks pada kulit yang terkena atau sistem kekebalan yubuh yang terlalu aktif.

Lichen sclerosus juga bisa dipicu adanya kerusakan kulit di daerah tertentu. Penyakit ini tidak dapat menular dan menyebar melalui hubungan seks meski sering muncul di daerah sekitar kelamin.

Lichen sclerosus pada wanita biasanya terjadi pada vulva. Sementara pada anak laki-laki dan pria dewasa yang tidak disunat akan mempengaruhi kulupnya. Pada anak-anak, gejalanya akan membaik pada masa pubertas.

Gejala

Lichen sclerosus biasanya ditandai dengan gejala berikut ini:

1. Gatal

2. Mudah memar atau robek

3. Timbul bintik putih mulus pada kulit yang bisa tumbuh jadi jerawat lalu keriput

4. Sakit saat berhubungan seks

5. Terjadi pendarahan, terik, atau lesi ulserasi pada kasus yang sudah parah

6. Ketidaknyamanan akibat tumbuhnya lichen sclerosus disekitar genital atau anal.

Pengobatan

Lichen sclerosus tidak membutuhkan pengobatan bila tidak mempengaruhi area genital dan tidak menunjukkan gejala yang serius. Lichen sclerosus biasanya dapat membaik dengan sendirinya.

Baca Juga:  Memasukan Jari Ke Vagina Apakah Berbahaya

Dokter akan merekomendasikan pengobatan bila lichen sclerosus muncul di sekitar kelamin atau anus, atau menunjukkan gejala yang lebih parah di daerah lain. Perawatan yang diberikan akan membantu mengurangi gatal, mengurangi jaringan parut lanjut, dan memperbaiki penampilan kulit.

1. Kortikosteroid
Penderita lichen sclerosus biasanya akan diberikan resep berupa krim atau salep kortikosteroid. Biasanya penderita diharuskan menggunakan setiap hari krim kortison pada kulit yang terkena. Setelah beberapa minggu penggunaan salep akan dikurangi menjadi dua kali seminggu untuk mencegah kekambuhan.

Efek samping penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal seperti penipisan kulit akan terus dipantau oleh dokter.

2. Pengobatan lain
Bila pengobatan kortikosteroid tidak membuahkan hasil maka dokter akan merekomendasikan perawatan lain berupa:

  • Immune-modulasi obat, seperti pimekrolimus (Elidel) dan tacrolimus (Protopic)
  • Pengobatan dengan sinar ultraviolet untuk daerah nongenital yang terkena lichen sclerosus

Dalam pengobatan lichen sclerosus terkadang diresepkan pula hormon seks topikal, tapi penelitian terbaru menyebutkan bahwa obat ini tidak efektif digunakan sebagai perawatan.

Sunat merupakan pengobatan umum yang dilakukan pada pria dengan lichen sclerosus pada kulup dan resisten terhadap terapi lain. Bagi wanita penderita lichen sclerosus tidak disarankan untuk melakukan pembedahan di daerah genital atau anal sebab kondisi ini mungkin akan kambuh kembali setelah operasi.

Dari berbagai sumber