Waspadai, Haid Lebih Dari Dua Kali dalam Sebulan!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Pernahkan Anda mengalami menstruasi lebih dari dua kali dalam sebulan? Bila ini terjadi, bisa jadi Anda terkena polimenorea. Polimenorea merupakan kelainan siklus menstruasi yang menyebabkan wanita berkali-kali mengalami menstruasi dalam sebulan.

Normalnya, siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari dengan waktu lama keluarnya darah selama 2-8 hari. Wanita yang mengalami polimenorea memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.

Polimenorea berbeda dengan metroragia. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu menstruasi. Pada metroragia menstruasi terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.

Polimenorea bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidakseimbangan hormon tersebut bisa menyebabkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Adanya gangguan indung telur
  • Beberapa tahun menjelang menopause
  • Stres dan depresi
  • Obesitas
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Adanya gangguan makan seperti bulimia dan anorexia nervosa
  • Olahraga berlebihan seperti atlet
  • Obesitas
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin, antikoagulan, NSAID, dan sebagainya.

Polimenorea umunya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, bila gangguan ini terjadi terus menerus maka penderita harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Gangguan menstruasi ini jika dibiarkan terjadi terus maka bisa menyebabkan gangguan hemodinamik tubuh akibat keluarnya darah secara terus menerus. Selain itu, polimenorea juga bisa mengakibatkan gangguan kesuburan akibat terjadinya gangguan ovulasi yang bisa membuat wanita kesulitan mendapatkan keturunan.

Baca Juga:  Nyeri Pinggang Bawah

Penderita polimenorea bisa melakukan terapi guna mencegah perdarahan berulang, mengontrol perdarahan, mencegah komplikasi, menjaga kesuburan, dan mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh.

Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. dini asmarani

    dok saya sejak awal haid saya sudah mengalami haid dalam jangka 2x dalam sebulan, dan menstruasi nya cukup deras
    apa ya dok penyebab nya?
    thx

    1. dr. Eko B

      Selamat malam Dini
      maaf, berapa usia anda? apakah sudah menikah atau memiliki anak?
      tanggal berapa saja hari pertama haid yang anda alami?
      berapa hari anda mendapat haid?

      penyebab baid yang memanjang bisa bermacam-macam, baik secara hormonal ataupun karena kelaina organ
      dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut
      terima kasih

  2. ama

    dok usia saya 23 tahun, belum menikah, saya memiliki masalah seperti polimenoera. sebulan saya 2x menstrusasi dengan waktu 10-14hr mens, 7-14 hr tidak mens dan kemudian mens lagi. tapi beberapa bulan terakir semakin parah. saya mens 14 hari dan tidak mens hanya 2-7hr saja. bahkan yang terakhir ini saya mens terus tanpa jeda. darah yang keluar tidak terlalu banyak atau kental. saya sudah kedokter dan sudah di usg tp tidak ada apa-apa. katanya hanya kelainnan hormon. lalu dokter memberikan saya obat cyclo progynova, cuma baru 7hari minum saya sering mual dan darah mens saya juga belum berhenti.
    menurut dokter apa solusinya? dan bagaimana saya harus bertindak?

  3. Intan

    Dok, saya ibu dua anak. Saya baru padang KB Iud oktober 2015.
    Saya ingin tanyakan. Pada Bulan February saya haid tdk sepertinya biasanya.
    Kurang lebih sbulan ada darah meskipun kadang berwarna coklat. Namun siklus kekuaenya darah haid tdk seperti biasanya. Tdk ada keluhan lain meskipun nyaris sebulan sepertinya itu.
    Namun pada Awal maret sayaa melewati siklus haid sepertinya biasanya, dimana darahnya banyakkkk bbrapa hari pertama lalu slsai kurang lebih seminggu.
    Tapi itu hanya jeda bbrapa hari Dari sbulan nyaris haid tdk biasanya.
    Skrg krg lbh 3 hari sudah bersih namun hari ini haid lg….
    Indikasinya apa ya dok?

    Terimakasih

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat malam ibu,
      untuk sementara saya masih mencurigai hal ini disebabkan tubuh anda masih membiasakan diri dengan IUD yang anda gunakan.
      bila muncul gejala lain atau gejala muncul berkempanjangan, silahkan berkonsultasi kembali.
      terimakasih

  4. Dika Lestari

    Siang Dok….
    Saya IRT dgn 2 orang anak,usia saya 27th. Anak ke2 saya lahir bulan oktober 2015 kemarin.
    Setelah melahirkan (cesar) saya mendapatkan haid lagi pada pertengahan desember 2015. Haid saya normal selama 5hari. Di bulan januari 2016 saya mendapatkan haid 2x dalam 1 bulan,normal & bersih dlm 5 hari,di bulan febuari jg begitu 2x dalam 1 bulan. Terakhir bersih tanggal 29feb & tanggal 9maret saya haid lagi tanpa nyeri ataupun sakit. Yang saya ingin tanyakan itu kenapa ya dok ?
    sebelumnya terima kasih banyak utk responnya dok :)

  5. tri herni

    Salam dok
    Sy ibu 1 ank usia sy 34 th. Sy udh lepas KB udh hmpir 1 th (kb suntik 3 bln) tp knp haid sy sangat tdk tratur sampe skrg. Satu bln bs 2x dan darah yg kluar ckp byk. Apakah hal ini normal ato bahaya dok?
    Trima kasih ats penjelasannya.

  6. Dokter Eko B

    Selamat malam Bu Tri Hermi
    keluhan yang anda alami dapat disebabkan oleh gangguan hormonal ataupun karena adanya suatu mioma uteri
    perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut untuk menormalkan siklus haid anda
    silakan periksa ke Dokter Sp Kandungan (SpOG) terdekat
    terima kasih

  7. riska lamonteshop

    Selamat sore dok,saya syafa umur saya 20 dan sudah menikah slama 2 tahun tpi blm di karuniai anak,saya bulan april kmrn haid selama 1 bulan 2x tgl menss pertama tgl 3 april sampai dengan tgl 10 dan tgl 18 nya sudah haid lagi slama 5 hari,haid pertama aliran darah normal dok tpi yg kedua agak sedikit,dan awal mei ini tgl 7 sudah haid kembali,slama haid saya merasakan seperti demam,badan pada sakit,memang slama saya haid saya seperti itu,wktu sblm menikah juga gejala nya seperti demam,badan pada sakit,apakah itu berbahaya atau tidak ya dok,tolong penjelasan nya.
    Trimakasih.

  8. Lia Kharisma

    selamat siang dokter, Nama sy Lia umur sy 25thn dan sudah menikah,semenjak melahirkan ank pertama sy dianjurkan oleh bidan untuk KB suntik 3bulan,selama 5tahun ini sy tidak pernah datang bulan dok,akhirnya sy memutuskan berhenti KB dan 6bulan berjalan ini baru la sy datang bulan,tapi kok aneh ya dok dtg bulannya itu 1minggu skali hingga saat ini,sy jadi sangat khawatir ini sebenarnya kenapa begini ya dok, tolong penjelasannya dok. terima kasih….

  9. dr. Vanny Bernadus

    @Riska,
    Gangguan mens bisa disebabkan karena diet, stress, kelelahan, hormonal, berat badan yg naik atau turun drastis, obat2an termasuk kontrasepsi. Bila sering berulang, sebaiknya periksakan ke dokter..trims

  10. dr. Vanny Bernadus

    @Lia,
    Saat ini terjadi ketidakseimbangan hormonal akibat pemakaian KB hormonal, apalagi dalam jangka waktu yg lama. Kami sarankan sebaiknya anda periksakan langsung ke dokter spesialis kandungan. Trims

  11. yetty shinta

    Selamat siang dok, usia saya 38thn dan saya di bulan Mei ini mengalami haid 2x, yg pertama tgl 16 s/d 20 Mei 2016 dan hadi kembali tgl 25 s/d 30 Mei 2016. Sblmnya tgl 30 Januari 2016 saya keguguran pada kehamilan ke4 dengan usia kandungan 6minggu setelah itu siklus haid normal sampai dengan yg terjadi di bulan Mei ini. Bagaimana pendapat dokter akan hal ini, perlukah saya berkonsultasi dengan dokter kandunga, terimaaksih atas perhatiannya.

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *