Waspadai Faktor Yang Bisa Menurukan Jumlah Sperma

DokterSehat.Com – Banyak pakar kesehatan yang berkata jika jumlah sperma bisa mempengaruhi seseorang mendapatkan kehamilan atau tidak. Memang, sperma yang berlimpah tidak bisa langsung menjamin seseorang bisa segera hamil atau tidak. Hanya saja, dengan jumlah sperma yang lebih besar, maka kesempatan untuk mendapatkan kehamilan pun bisa menjadi lebih besar. Normalnya, setiap kali pria melakukan ejakulasi, maka akan ada 20 juta sperma yang ikut keluar dan mencari indung telur dan berusaha melakukan pembuahan. Sayangnya, kadang kala sperma bisa mengalami penurunan produksi yang tentu akan mempengaruhi kesuburan sang pria.

doktersehat-sperma-air-mani

  • Kondisi Pembuluh Darah dan Hormon
    Jumlah sperma yang menurun biasanya dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang juga semakin menurun. Produksi sperma berkaitan erat dengan organ testis, kelenjar hipofisis, dan juga hipotalamus. Jika jumlah sperma menurun, maka salah satu atau lebih dari ketiga organ tersebut sedang mengalami gangguan. Disamping karena masalah produksi, terdapat beberapa masalah layaknya masalah varikokel dimana pembuluh darah pada testis mengalami pembengkakan yang mempengaruhi menurunnya produksi dan kecepatan gerakan sperma. Selain itu, adanya masalah keseimbangan hormon tiroid dan adrenal juga mempengaruhi semakin menurunnya produksi sperma.
  • Cedera Pada Saluran dan Tumor
    Selain karena masalah yang berhubungan dengan hormon, rusaknya saluran sperma karena masalah cedera bisa membuat adanya penyumbatan yang tentu mempengaruhi seberapa banyak sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi. Adanya masalah ejakulasi yang berupa air mani yang tidak keluar melalui ujung kepala penis namun justru memasuki kandung kemih atau bahkan adanya infeksi pada saluran sperma tentu juga mempengaruhi kualitas dan jumlah dari sperma yang dihasilkan. Disamping itu, adanya kanker atau tumor pada kelenjar hipofisis tentu akan mempengaruhi hormon yang berkaitan erat dengan produksi sperma.
  • Gaya Hidup, Alkohol, dan Narkoba
    Disamping karena kondisi kesehatan, pria yang memiliki gaya hidup yang kurang sehat dengan mengkonsumsi alkohol, makanan tidak sehat, atau bahkan narkoba ternyata juga bisa membuat produksi sperma menurun drastis. Narkoba bisa mempengaruhi penyusutan testis dan alkohol bisa mengurangi hormon testosteron. Pria yang cenderung terlalu gemuk dan terlalu banyak bekerja juga bisa mengalami masalah jumlah sperma yang sangat sedikit untuk dapat melakukan pembuahan.