Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan

DokterSehat.Com – Setelah melahirkan resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil adalah ancaman dari gelembung yang dapat menghambat pasokan oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh ibu setelah melahirkan. Kejadian ini mungkin saja dapat terjadi pada siapapun termasuk pada ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun akan tetapi yang harus anda ketahui bahwa ternyata ada beberapa kondisi yang meningkatkan terjadinya emboli, berikut adalah penjelasan mengenal penyumbatan sirkulasi darah pasca melahirkan.

8

Emboli adalah obstruksi pembuluh darah oleh badan materi yang tidak larut yang dapat disebabkan oleh gas, bakteri, parasit, lemak atau sel kanker. Emboli tidak saja terjadi pada ibu seusai persalinan melainkan emboli juga dapat terjadi pada siapapun dalam kondisi tertentu yang mengakibatkan oksigen terhambat sehingga sistem tubuh menjadi terhenti. Emboli sendiri memiliki beberapa pengaruh yang berbeda sesuai dengan terjadinya pada emboli. Salah satu contoh emboli yang terjadi di jantung yang mengakibatnya terjadi kondisi kerja abnormal dimana jantung bergetar dan mengakibatkan pembuluh darah ke leher sehingga transportasi darah ke otak menjadi terhalangi dalam waktu beberapa menit akan mengakibatkan pasokan oksigen terhenti, kondisi seperti ini akan mengakibatkan stroke emboli.

Emboli ketuban yang mengancam pasca persalinan

Sebelum mengenal terjadinya emboli ketuban pada ibu seusai persalinan, salah satu emboli yang mungkin terjadi setelah melahirkan adalah emboli Udara dimana terjadinya udara yang masuk ke dalam pembuluh ibu setelah melahirkan sehingga mengakibatkan terjadinya gelembung. Gelembung yang terjadi akan menghambat pasokan oksigen di dalam tubuh. Sedangkan emboli ketuban yaitu dimana terjadinya air ketuban yang masuk ke dalam pembuluh darah yang mengakibatkan sirkulasi darah terhambat sehingga mengakibatkan gagal napas, gagal jantung bahkan hingga pendarahan.

Peluang hidup korban yang mengalami emboli sangat tipis, bahkan kurang dari 10% yang dapat berlangsung hidup. Sedangkan 70% korban yang dapat hidup mengalami gangguan kesehatan terutama gangguan saraf. Emboli air ketuban terjadi ketika cairan amino dapat masuk melalui rahim atau saluran plasenta ke dalam sirkulasi darah ketika cairan tersebut masuk dan mencapai pembuluh darah reaksi akan bergantung pada lokasi terjadinya hambatan.Ketika saluran menuju jantung maka akan menimbulkan terjadinya gagal jantung begitu pula apabila terjadi saluran menuju saluran paru-paru yang akan mengakibatkan gagal pernapasan.

Baca Juga:  Daun Salam Utuk Mengobati asam Urat

Terjadinya emboli air ketuban yang mengancam

Emboli air ketuban dapat terjadi ketika cairan lendir atau sel gepeng masuk ke dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Reaksi emboli dapat terjadi paling lama 48 jam setelah persalinan dan paling singkat kurang lebih 30 menit usai kelahiran pada dasarnya reaksi tersebut timbul berdasarkan inflamasi atau luka yang ditimbulkan diakibatkan hambatan sirkulasi, ketika inflamasi semakin besar maka reaksi semakin cepat. Resiko kematian pada ibu yang mengalami emboli air ketuban hampir 80% diakibatkan dampak fatal yang disebabkan oleh benda asing yang masuk dan mengganggu sistem sirkulasi darah di dalam paru paru dan juga jantung. Emboli air ketuban belum bisa ditangani dengan baik dikarenakan tidak adanya penatalaksanaan spesifik.

Pencegahan emboli

Emboli pada dasarnya tidak dapat diprediksi kapan munculnya meskipun dalam keadaan normal sekalipun resikonya tetap mungkin terjadi akan tetapi ternyata emboli dapat dicegah dengan mendiagnosis penyakit yang dapat memicu emboli. Meskipun jenis emboli memiliki perbedaan sesuai dengan area yang mungkin terjadinya hambatan akan tetapi dapat dilakukan pencegahan untuk memperkecil resiko. Misalnya pada emboli air ketuban yang dapat terjadi di negara maju sekalipun,pemeriksaan antenatal (terjadwal, terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik) pada ibu hamil merupakan salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya resiko emboli cairan ketuban.