Waspadai Dampak Penggunaan Parfum

Doktersehat.com – Aroma wangi parfum memang dapat menambah rasa percaya diri Anda. Namun, di balik aroma harum parfum ternyata tersimpan bahaya yang mengintai Anda.



Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa makin banyak mengunakan produk kecantikan makan makin banyak pula kandungan kimia yang terkandung dalam urin mereka.

Diketahui bahwa ada beberapa produk kecantikan dan rumah tangga yang mengandung bisphenol A (BPA) dan phthalates. Kedua zat tersebut bisa menyebabkan kecacatan pada tikus yang baru lahir dan dipercaya dapat menyebabkan hal yang sama terhadap manusia.

Dalam riset ini Parlett meneliti beberapa wanita di Amerika secara keseluruhan untuk menunjukkan adanya hubungan antara pemakaian produk kecantikan dengan tingkat zat kimia dalam tubuh.

Penelitian ini menunjukkan adanya kandungan phthalates dalam parfum. Bahan kimia ini dapat menyebabkan diabetes, menaikkan berat badan, dan mengganggu sistem hormon. Menurut  hasil tes urin, wanita yang memakai parfum memiliki 2,9 kali konsentrasi bahan kimia MEP lebih besar daripada wanita yang tidak menyemprotkan wewangian selama 24 jam sebelum tes urin.

Seperti yang ditunjukkan pada penelitian sebelumnya, MEP adalah phthalate yang sering dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Saat menggunakan parfum kandungan phthalates ini dapat meresap ke dalam kulit. Diketahui pula perempuan yang memakai cat kuku atau deodoran pada hari sebelumnya didapati memiliki tingkat MEP dua kali lebih banyak daripada perempuan yang tidak menggunakan produk kecantikan tersebut.

Untuk menghindari dampak buruk pada kesehatan Anda, sebaiknya hindari produk kecantikan yang tidak mengandung pewangi buatan. Kurangi penggunaan produk kecantikan yang berbahan kimia. Pilihlah produk yang terbuat dari bahan alami.

Sumber: wolipop.detik.com