Waspadai, Dampak Buruk Tindakan Aborsi!

Doktersehat.com – Akhir-akhir ini kerap diberitakan adanya kasus aborsi yang dilakukan oleh para pelajar. Dengan alasan malu karena bayi tersebut bukanlah hasil hubungan resmi dalam ikatan pernikahan, beberapa calon ibu ini tega membunuh jabang bayinya sendiri.



Padahal aborsi bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan wanita. Tindakan aborsi yang dilakukan secara sembarangan terutama yang ditangani oleh orang-orang yang tidak memiliki keahlian di bidang ini justru membahayakan jiwa wanita pelaku aborsi sendiri.

Seperti yang dilansir dalam Kesproholic berbagai risiko seperti terjadinya infeksi dan perdarahan terus menerus dapat menyebabkan kematian pada wanita yang melakukan aborsi.

Selain itu, kondisi psikologis pelaku aborsi juga dapat terganggu. Perasaan bersalah, rasa kehilangan bayi yang dikandungnya serta penyesalan yang mendalam dapat menyebabkan depresi.  Karena itulah, sangat diperlukan adanya konseling kepada pasangan sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan aborsi.

Pada dasarnya aborsi dibagi menjadi dua, yakni aborsi spontan dan aborsi buatan. Aborsi spontan terjadi secara alami tanpa adanya paksaan atau upaya dari luar untuk mengakhiri kehamilan. Biasanya aborsi spontan disebut juga dengan keguguran.

Sementara aborsi buatan merupakan aborsi yang sengaja dilakukan untuk mengakhiri kehamilan dengan upaya-upaya tertentu. Dalam istilah kedokteran aborsi jenis ini disebut dengan abortus provokatus atau pengguguran.

Sumber: okezone.com