Waspadai Bahaya Tanning di Kemudian Hari

DokterSehat.Com – Tanning saat ini menjadi gaya hidup, tak sedikit publik figur melakukan tanning untuk membuat kulitnya menjadi lebih gelap. Tanning merupakan proses membuat kulit menjadi gelap, dan biasanya dilakukan mereka yang tidak puas dengan warna kulit yang putih. Tanning dapat dilakukan dengan berbagai macam metode baik alami misalnya berjemur dibawah sinar matahari maupun non alami misalnya menggunakan tanning bed atau krim tertentu. Tanning dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).

doktersehat-kulit-keriput-sinar-ultraviolet-kanker

Tanning yang dilakukan indoor ternyata berhubungan dengan status kesehatan yang kurang baik di kemudian hari. Penelitian pada orang usia dibawah 50 tahun yang menderita melanoma, wanita yang melakukan tanning indoor (dalam ruangan) enam kali lebih berisiko dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan tanning untuk didiagnosis sebelum usia 30 tahun. Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang memiliki prognosis kurang baik.

Hasil tersebut mirip dengan penelitian sebelumnya di Australia pada tahun 2011 namun penelitian tersebut tidak memisahkan antara wanita dan pria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko melanoma terhadap wanita yang mengalami tanning indoor sangat mengejutkan, terlebih terdapat hubungan yang kuat pada wanita muda.

Peneliti menganalisis 681 pasien dewasa yang didiagnosis melanoma dari tahun 2004 dan 2007 dan sebelum usia 50 tahun, dibandingkan dengan dewasa yang serupa namun tanpa kanker kulit antara usia 25 dan 49 tahun. Wanita mengisi hampir 70% populasi dari tiap grup. Hampir 80% wanita mengatakan bahwa mereka pernah mengalami tanning indoor, dibandingkan dengan 40% laki-laki.

Wanita usia dibawah 40 tahun mengatakan bahwa mereka rata-rata melakukan tanning indoor saat usia 16 tahun, dibandingkan pada wanita usia 40-49 tahun dimana mereka memulai saat usia 25 tahun. Wanita dengan usia lebih muda melaporkan mengikuti rata-rata 100 sesi tanning, dibandingkan dengan wanita usia lebih tua yang mengikuti 40 sesi tanning. Wanita dibawah usia 30 tahun yang melakukan tanning indoor enam kali lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak tanning pada kelompok melanoma. Sekitar sepertiga wanita terdiagnosis sebelum usia 30 memiliki melanoma pada bagian badan dibandingkan pada wajah dan ekstremitas, dibandingkan 24% dari wanita usia 40 hingga 49 tahun.  Pada semua wanita dari penelitian tersebut, dengan bertambahnya jumlah sesi melakukan tanning, maka risiko terdiagnosis melanoma juga akan meningkat.

Baca Juga:  Olahraga Saat Menstruasi Ternyata Sangat Direkomendasikan

WHO, melalui divisi tentang kanker, mengungkapkan bahwa radiasi ultraviolet artisial dari alat tanning indoor menyebabkan kanker. Hasil baru tersebut menunjukkan bahwa angka melanoma pada wanita meningkat tajam dibandingkan pria pada usia yang lebih muda dari 50 tahun yang sangat mungkin dikarenakan penggunaan tanning indoor. Di bawah usia 50 tahun, angka melanoma meningkat pada wanita, sebaliknya pada usia diatas 50 tahun angka meningkat pada pria.

Adanya hasil penelitian diatas yang mengungkapkan bahaya tanning indoor mengajak kita untuk lebih waspada terhadap kesehatan dan tubuh kita sendiri. Menjadi cantik tentunya dambaan setiap orang namun menerima warna kulit apa adanya adalah hal yang sangat baik, dan apapun warna kulit pemberian-Nya hendaknya disyukuri dan dijaga.