Waspadai 7 Penyakit Ini Bila Ada Benjolan Di Leher

DokterSehat.Com – Benjolan di leher sebaiknya jangan diabaikan. Walau tidak disertai keluhan nyeri, benjolan harus tetap diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah ada kelainan pada kelenjar tiroid.

6

Berikut 7 penyakit tersebut

  • TBC
    Jangan salah kawan. TBC tidak hanya mengancam paru-paru lho. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini ternyata juga menyerang bagian lain selain paru-paru. Si bakteri jahat ini mampu menyerang kelenjar, salah satunya adalah kelenjar getah bening.

    Penyakit ini diawali dengan demam berkepanjangan, batuk lama, nafsu makan menurun, serta benjolan di leher, ketiak dan paha. Hanya saja yang sering ditemukan adalah benjolan di leher. Benjolan tersebut terlihat mengelompok. Selain itu, benjolan dapat sewaktu-waktu dapat pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah.

  • Gangguan kelenjar getah bening
    Ini nih penyebab benjolan di leher yang paling sering. Gangguan kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh adanya infeksi pada kulit kepala, sinus, amandel, tenggorokan, gusi, gigi maupun kelenjar ludah. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Pembesaran kelenjar getah bening dalam jangka waktu yang cepat juga dapat disebabkan oleh adanya sel kanker.
  • Struma
    Benjolan di leher juga dapat disebabkan karena adanya pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Penyakit ini disebut struma. Struma dapat disebabkan oleh auto imun, infeksi THT, tinggi dan rendahnya hormon yang dilepas oleh kelenjar ini. Biasanya pembesaran yang disebabkan ketidakseimbangan hormon dapat mengecil dengan sendirinya, saat hormon itu jumlahnya kembali normal.

    Selain itu, struma juga dapat disebabkan oleh adanya sel-sel yang pertumbuhannya abnormal. Bila sel itu adalah tumor ganas biasanya benjolan malah cepat membesar sehingga harus segera diangkat.

  • Infeksi kulit kepala
    Sebuah benjolan kecil di leher juga dapat muncul karena adanya kulit kepala yang terinfeksi. Kondisi ini menjadi gatal dan terasa sakit. Nanah yang terbentuk dapat menyebabkan peradangan. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dengan obat oles.
  • Radang amandel
    Radang amandel yang disertai pembengkakan dapat menyebabkan benjolan pada leher. Penderita biasanya akan mengalami demam, rasa sakit saat menelan dan batuk. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak sebelum mengalami puber.

    Penyakit yang sering disebut dengan tonsilitis ini dapat disembuhkan dengan meminum antibiotik. Orang-orang jaman dahulu juga sering mencekoki anaknya yang sakit amandel dengan air rebusan sirih. Hayo, pasti di antara kamu pernah mengalaminya kan?

  • Cedera otot leher
    Cedera otot leher atau yang sering disebut dengan tortikolis dapat menyebabkan benjolan pada otot-otot leher. Tortikolis seringkali terjadi karena pergeseran tulang belakang daerah leher. Penyebab terburuk dari tortikolis adalah adanya tumor di daerah tulang belakang. Untuk tortikolis yang sifatnya ringan, dapat diatasi dengan penyangga leher.
  • Alergi
    Seseorang yang alergi makanan tertentu dapat mengalami benjolan di lehernya. Biasanya benjolan ini terasa sakit bila disentuh, gatal, panas dan berwarna kemerahan. Pemberian obat alergi dapat mengecilkan benjolan dan meringankan rasa sakit yang diderita. Lama tidaknya benjolan ini nangkring di leher tergantung dengan tingkat imunitas orang tersebut.

Nah ternyata beragam kan penyakit yang ditandai dengan adanya benjolan di leher? Jadi, bila kamu mengalaminya, segera periksakan ya. Jangan main spekulasi sendiri.