
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.
Doktersehat.com- Tuberculosis adalah suatu infeksi yang menular dan berakibat fatal yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, mycobacterium bovis atau mycobacterium africanum. Tuberculosis ditularkan melalui udara. Penyakit ini kebanyakan menyerang sebagian besar perempuan pada usia yang paling produktif, dan tidak mendapatkan pengobatan yang benar.
Penyebab TBC
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Bakteri ini berbentuk batang, tipis, lurus atau agak bengkok, bergranul, tidak berspora, tidak mempunyai selubung tetapi mempunyai lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid (terutama asam mikolat), memiliki sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan sehingga disebut juga Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Pada jaringan tubuh, kuman ini terdapat dormant, yang tertidur lama selama beberapa tahun.
Faktor-Faktor Penyebab TBC
1. Daya tahan tubuh rendah
Daya tahan tubuh rendah karena terinfeksi kuman TBC (infeksi primer) merupakan salah satu faktor penyebab TBC. Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan TBC. Percikan dahak (droplet) yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di paru-paru yang mengakibatkan peradangan. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar limfe di sekitar hillus (benang paru). Keadaan ini berlangsung 4-6 minggu dan disebut sebagai kompleks primer. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan dari negatif menjadi positif.
Kelanjutan penyakit tergantung pada kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman dormant (tidur). Kadang-kadang, daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan yang bersangkutan akan menjadi penderita tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit diperkirakan sekitar 6 bulan.
Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). HIV merupakan faktor resiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksai penyerta (oportunistic) seperti tuberkulosis, maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat maka jumlah pasien TB akan meningkat, dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula.
2. Lingkungan
Lingkungan tempat tinggal yang kumuh dan padat terutama rumah yang gelap, lembab dan ventilasi udara tidak baik dapat menyebabkan penularan TBC berlangsung cepat.
3. Asupan gizi
TBC lebih sering terdapat pada anak yang mengalami malnutrisi. TBC menyebabkan keadaaan gizi anak memburuk dan merupakan salah satu penyebab lingkaran sebab akibat dari kurang gizi dan infeksi
Cara Pengobatannya
Penyakit ini dapat disembuhkan dan pengobatannya membutuhkan waktu yang panjang. Pasien yang sudah dipastikan menderita sakit TBC minimal harus minum obat selama 6 bulan. Pada 2 bulan pertama pada umumnya pasien yang menderita TBC harus minum obat minimal sebanyak 4 macam obat antara lain yang sering digunakan sebagai pengobatan pertama yaitu rifampisin, isoniasid (INH), pirazinamid dan ethambutol. Empat bulan berikutnya diteruskan dengan 2 macam obat yaitu Rifampisin dan INH. Terus terang kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa minum obat dengan berbagai macam dan jangka waktu yang panjang membuat kepatuhan seseorang akan berkurang. Selain itu obat TBC yang berbagai macam ini kadang kala menimbulkan efek samping pada pasien yang mengkonsumsi obat tersebut. Kepatuhan dan keinginan untuk sembuh adalah syarat yang harus dimiliki oleh seseorang yang menderita TBC.
Di sisi lain juga perlu disampaikan jika penyakit dan kuman TBC tersebut masih ada pada paru-paru pasien tersebut, maka mereka potensial untuk menularkan kepada orang lain. Oleh karena itu bagi penderita TBC ada 2 hal yang selalu diperhatikan kesembuhan diri sendiri dan tidak menularkan kepada orang lain. Saat ini bagi masyarakat tidak mampu disediakan obat anti TBC gratis yang disediakan di Puskesmas-puskesmas baik puskesmas kelurahan dan kecamatan. Yang terpenting adalah segera mendeteksi anggota keluarga yang mempunyai gejala-gejala terinfeksi TBC dan segera membawa ke puskesmas untuk dievaluasi lebih lanjut dan jika terbukti menderita TBC masuk dalam program pengobatan TBC yang saat ini diberikan cuma-cuma.
Selain pengobatan dengan berbagai obat, pasien yang mengalami menderita TBC juga harus terus menerus memperhatikan makanannya. Diusahakan agar selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ironisnya, umumnya pasien yang mengalami penyakit TBC ini berasal dari golongan masyarakat miskin. Sehingga selain kendala berobat, konsumsi makanan yang bergizi juga menjadi hal yang sulit dilakukan yang membuat pasien TBC tak bisa disembuhkan dengan baik.
Sumber:kompashealth.com&id.shvoong.com
Waspada Terhadap Penyakit Tuberkulosis,
apakah para penderita TB ini minum vitamin bisa bertambah berat badan atau tidak,,makasih,..
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Selamat malam,
Salam sehat,
Untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu diketahui bahwa
Penyakit Tb adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan apabila dalam tubuh sedang terjadi proses infeksi maka metabolisme tubuh akan meningkat. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh kita akan diaktifkan lebih banyak untuk mengatasi infeksi tersebut. Proses yang disebutkan di atas menguras energi tubuh yang berasal dari makanan atau cadangan lemak tubuh penderita.
Jadi dapat dijawab bahwa penggunaan vitamin saja tidak akan menambah berat badan pasien. Vitamin memang dapat membantu tubuh untuk lebih vit, namun selama penyebab infeksinya tidak dibasmi maka gejala pengurusan tubuh akan tetap dikeluhkan pasien.
Oleh karena itu bila sudah terdeteksi menderita penyakit TB pasien sangat disarankan untuk meminum obat TB sampai tuntas dan check up rutin ke dokter praktek/ puskesmas terdekat.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
Alhamdulillah saya sudah sembuh.
Dulu saya mengidap penyakit ini saat berusia 18 bulan – 9 tahun
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
Selamat malam,
Salam sehat,
Syukurlah sekarang ka rahma sudah sembuh dari penyakit infeksi yang jumlahnya sangat tinggi di indonesia ini.
Bakteri penyebab TB ini berasal dari ludah seseorang yang sudah mengering. Bila kuman ini sudah masuk kedalam paru, untuk menjadi berkembang menjadi penyakit itu sendiri dia harus menunggu saat imun tubuh yang sedang lemah.
Oleh karena itu, kepada ka Rahma, saya sangat menyarankan untuk menjaga kondisi tubuh untuk selalu vit dengan cara Pola hidup yang baik dan boleh juga ditambah dengan multivitamin c dan b tambahan.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
@Kesyha – setau saya tidak. karena dulu saya rutin mengonsumsi vitamin dan obat penambah nafsu makan.
Namun tetap saja kurus
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
selamat sore dok
sebelumnya terimaksih atas informasi yang diberikan.yg mau sya tanyakan apakah penyakit ini akan menyerang kembali satelah pengobatan selesai,,
lalu bagaimna dengan sering terasa nya dada tertekan,,
terimaksih
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Salam Sejahtera riris,
TB bisa kambuh kembali meskipun pengobatan Sudah selesai, dikarenakan daya tahan tubuh yang menurun. Ada baiknya sering kontrol ke dokter.
Trims
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
apakah penyakit TBC bisa kembali menyerang walaupun sudah dilakukan pengobatan 9 bulan?
bagaimana apabila dada terasa tertekan,,?
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Salam Sejahtera riris,
TB bisa kambuh kembali meskipun pengobatan Sudah selesai, dikarenakan daya tahan tubuh yang menurun. Ada baiknya sering kontrol ke dokter.
Trims
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Siang dok,
saya tertular penyakit ini dari teman kerja,sekarang saya sudah berobat 5bln tinggal 1bln lagi selesai.saya mau bertanya kenapa disaat pengobatan ini mau selesai kondisi badan saya malah kembali drop ditambah parahnya lagi penyakit asma lama saya sering kambuh itu terjadi karena apa ya?
thx.
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Selamat malam,
Perlu diketahui, sebagai negara endemis penyakit TB, bakteri Tb hampir menginfeksi sebagian besar rakyat indonesia, namun dari semua yang terinfeksi ini tidak semuanya menjadi berpenyakit TB karena sistem imunnya yang masih baik.
Begitu pula dengan penderita TB, kondisi tubuh yang prima memungkinkan sistem imun tubuh untuk berkerja maksimal dalam mengatasi infeksi bakteri tuberkulosis ini. Obat-obatan Tb sendiri meskipun sangat dibutuhkan untuk mengobati TB (infeksi berbahaya ini) juga memeiliki efek samping terhadap tubuh (hati). Cobalah untuk menghindari kelelahan tubuh, makan makanan bergizi, dan pola hidup sehat lainnya, minumlah tambahan multivitamin b cmplex untuk vitalitas tubuh , sebelumnya coba konsultasi kan dengan dokter yang memberi pengobatan TB tersebut karena biasanya juga sudah disertakan multivitamin tersebut. Untuk keluhan kelelahan tersebut, apabila terasa sangat parah cobalah mengecek laboratorium sgot/ sgpt dan berkonsultasilah dengan dokter untuk keluhan tersebut.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
siang dok,
terimakasih atas penjelasannya,saya ingin bertanya lagi pengecekan sgot&sgpt itu untuk mengetahui apa ya&seberapa parah asma saya ini karena berbagai macam obat yang saya gunakan tetap saja asma saya sering kambuh apalagi 2bln terakhir ini hampir 2minggu 1x saya cek kedokter tapi kondisi saya belum normal juga????
thx
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Selamat siang,
Pemeriksaan SGOT/ SGPT adalah pemeriksaan untuk mengetahui fungsi hati. Karena penggunaan obat TBC yang berbagai macam memiliki efek samping terhadap hati dan dapat memunculkan gejala mudah lelah pada pasien (pada awalnya).
Jadi disini ibu adalah penderita asma dengan infeksi TBC juga. Dalam kasus ibu ini agak sulit keadaannya. Karena asma adalah penyakit yang muncul akibat paparan alergi ( zat yang dapat membuat alergi),salah satunya juga paparan infeksi. Untuk pengobatan asma sendiri , bagi penderita yang sering kambuh pasti digunakan obat kortikosteroid yang justru dilarang untuk pasien dengan TB sampai dia dinyatakan sembuh. Jadi pengobatan harus menggunakan terapi lainnya yang tentunya tidak sepoten apabila ditambahkan dengan kortikosteroid tadi.
Saya sangat menyarankan ibu untuk berobat ke dokter spesialis paru yang memang merupakan ahli dalam bidangnya.
SEmoga bermanfaat
Terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0