Waspada Terhadap Penyakit Tuberkulosis

Doktersehat.com-  Tuberculosis adalah suatu infeksi yang menular dan berakibat fatal yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, mycobacterium bovis atau mycobacterium africanum.  Tuberculosis ditularkan melalui udara. Penyakit ini kebanyakan menyerang sebagian besar perempuan pada usia yang paling produktif, dan tidak mendapatkan pengobatan yang benar.



Penyebab TBC
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Bakteri ini berbentuk batang, tipis, lurus atau agak bengkok, bergranul, tidak berspora, tidak mempunyai selubung tetapi mempunyai lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid (terutama asam mikolat), memiliki sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan sehingga disebut juga Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Pada jaringan tubuh, kuman ini terdapat dormant, yang tertidur lama selama beberapa tahun.

Faktor-Faktor Penyebab TBC
1. Daya tahan tubuh rendah
Daya tahan tubuh rendah karena terinfeksi kuman TBC (infeksi primer) merupakan salah satu faktor penyebab TBC. Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan TBC. Percikan dahak (droplet) yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di paru-paru yang mengakibatkan peradangan. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar limfe di sekitar hillus (benang paru). Keadaan ini berlangsung 4-6 minggu dan disebut sebagai kompleks primer. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan dari negatif menjadi positif.
Kelanjutan penyakit tergantung pada kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman dormant (tidur). Kadang-kadang, daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan yang bersangkutan akan menjadi penderita tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit diperkirakan sekitar 6 bulan.

Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). HIV merupakan faktor resiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksai penyerta (oportunistic) seperti tuberkulosis, maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat maka jumlah pasien TB akan meningkat, dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula.

Baca Juga:  Kalau Pemeriksaan HIV / AIDS Harus Kedokter Dulu Atau Ke Laboratorium Dulu?

2. Lingkungan
Lingkungan tempat tinggal yang kumuh dan padat terutama rumah yang gelap, lembab dan ventilasi udara tidak baik dapat menyebabkan penularan TBC berlangsung cepat.

3. Asupan gizi
TBC lebih sering terdapat pada anak yang mengalami malnutrisi. TBC menyebabkan keadaaan gizi anak memburuk dan merupakan salah satu penyebab lingkaran sebab akibat dari kurang gizi dan infeksi

Cara Pengobatannya

Penyakit ini dapat disembuhkan dan pengobatannya membutuhkan waktu yang panjang. Pasien yang sudah dipastikan menderita sakit TBC minimal harus minum obat selama 6 bulan. Pada 2 bulan pertama pada umumnya pasien yang menderita TBC harus minum obat minimal sebanyak 4 macam obat antara lain yang sering digunakan sebagai pengobatan pertama yaitu rifampisin, isoniasid (INH), pirazinamid dan ethambutol. Empat bulan berikutnya diteruskan dengan 2 macam obat yaitu Rifampisin dan INH. Terus terang kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa minum obat dengan berbagai macam dan jangka waktu yang panjang membuat kepatuhan seseorang akan berkurang. Selain itu obat TBC yang berbagai macam ini kadang kala menimbulkan efek samping pada pasien yang mengkonsumsi obat tersebut. Kepatuhan dan keinginan untuk sembuh adalah syarat yang harus dimiliki oleh seseorang yang menderita TBC.

Di sisi lain juga perlu disampaikan jika penyakit dan kuman TBC tersebut masih ada pada paru-paru pasien tersebut, maka mereka potensial untuk menularkan kepada orang lain. Oleh karena itu bagi penderita TBC ada 2 hal yang selalu diperhatikan kesembuhan diri sendiri dan tidak menularkan kepada orang lain. Saat ini bagi masyarakat tidak mampu disediakan obat anti TBC gratis yang disediakan di Puskesmas-puskesmas baik puskesmas kelurahan dan kecamatan. Yang terpenting adalah segera mendeteksi anggota keluarga yang mempunyai gejala-gejala terinfeksi TBC dan segera membawa ke puskesmas untuk dievaluasi lebih lanjut dan jika terbukti menderita TBC masuk dalam program pengobatan TBC yang saat ini diberikan cuma-cuma.

Selain pengobatan dengan berbagai obat, pasien yang mengalami menderita TBC juga harus terus menerus memperhatikan makanannya. Diusahakan agar selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ironisnya, umumnya pasien yang mengalami penyakit TBC ini berasal dari golongan masyarakat miskin. Sehingga selain kendala berobat, konsumsi makanan yang bergizi juga menjadi hal yang sulit dilakukan yang membuat pasien TBC tak bisa disembuhkan dengan baik.

Sumber:kompashealth.com&id.shvoong.com