Waspada Serangan Nyamuk Harimau

DokterSehat.Com – Nama ilmiah dari Nyamuk Harimau adalah Aedes Albopictus dan disebut demikian karena warna dan bentuknya. Ini merupakan jenis nyamuk besar yang mempunyai loreng hitam dan putih di tubuhnya. Kebanyakan dari nyamuk harimau ditemukan di Asia, tetapi beberapa juga ditemukan pada area Korea, Amerika, dan Canada. Spesies nyamuk ini diketahui membawa parasit penyebab Malaria.



Nyamuk harimau betina merupakan pembawa dari parasit tersebut. Mereka secara rutin mencari darah untuk diminum untuk dapat menghasilkan protein yang cukup untuk bertelur. Telur ini dikeluarkan pada bagian air yang dangkal di mana mereka akan tetap hangat hingga telur tersebut menetas. Seekor nyamuk harimau dapat bertelur mulai dari 50 – 200 telur dalam sekali periode.

Sangat sulit untuk megendalikan populasi dari nyamuk harimau. Mereka cenderung untuk dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungannya. Mereka diketahui dapat hidup pada area hangat dan juga pada udara sejuk pegunungan. Mereka juga cukup agresif karena dapat menggigit orang pada setiap waktu, jadi jika Anda tidak melakukan persiapan ketika sore, Anda akan seperti menawarkan makanan kesukaan mereka.

Nyamuk harimau juga diketahui kebal terhadap insektisida dan zat kimia pembunuhnya. Ini berarti, generasi mendatang dari jenis nyamuk ini akan semakin sulit untuk diatasi daripada sekarang. Satu-satunya cara untuk mengendalikan jumlahnya adalah dengan membunuh telur mereka ketika masih berada dalam air.

Orang-orang yang berpergian ke luar negeri disarankan membeli vaksin untuk Malaria karena kemungkinan tergigit oleh nyamuk harimau. Mereka juga disarankan untuk meminum pil Malaria secara rutin selama 10 hari. Gejala dari Malaria mungkin tidak terlihat hingga 2 – 3 minggu setelah seseorang terinfeksi. Gejalanya akan menyerupai gejala flu, sehingga seseorang harus sangat memperhatikan penyakit yang dideritanya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga:  5 Alasan Kenapa Harus Rutin Berolahraga?

BACA JUGA : Milih Diet Cepat Atau Diet Sehat?