Waspada Serangan Heat Stoke Saat Lari

DokterSehat.Com – Setiap jenis olahraga, termasuk olahraga lari berisiko menimbulkan cedera. Salah satu cedera yang cukup berbahaya yaitu heat stroke. Dokter spesialis olahraga Hario Tilarso menjelaskan, heat stroke adalah cedera saat suhu tubuh sangat panas dan kurang minum. Suhu tubuh bisa naik secara cepat hingga 40 derajat celcius.

7

Hate stroke dapat terjadi bagi pelari yang melakukan lari dalam jarak yang jauh kemudian berlari di terik matahari. Pada saat lari tubuh akan sangat banyak mengeluarkan cairan yang bisa membuat seorang hate stroke. Tanda tanda seseorang mengalami hate stroke antara lain kulit kuning sampai kemerahan dan panas, sakit kepala dan pusing, kelelahan, halusinasi bahkan bisa tidak sadarkan diri dan denyut nasi kuat dan cepat. Ketika menemui seseorang yang sedang mengalami hate stroke, pertolongan pertama yang harus di lakukan yaitu membuka bagian yang mengikat seperti jam tangan dan tali sepatu kemudian berikan minum sebanyak banyaknya, minuman ion lebih baik. Setelah itu untuk menurunkan suhu tubuh dapat menyiran dengan air dingin.

Untuk mencegah hate stroke sebaiknya tidak berlari pada pada saat suhu mencapai 28 celcius. Hario juga mengungkapkan tubuh harus fit saat akan lari. Saat berlari, larilah sesuai dengan kemampuan dan sebelum lari lakukanlah pemanasan terlebih dahulu. Selain itu jangan mengenakan pakaian yang terlalu rapat agar sirkulasi udara dapat terjaga.

Jangan sampai dehidrasi. Harus minum yang cukup, ungkap Hario.

Selain hate stroke cidera lainnya yang perlu di waspadai yaitu bonk. Bonk adalah cidera yang di akibatkan kehabisan glikogen serta glukosa dalam tubuh. Persiapkan semuanya secara benar saat anda ingin lari.