Waspada, Pria yang Kerja Shift Beresiko Terkena Disfungsi Ereksi

DokterSehat.Com– Ada cukup banyak kerugian yang didapatkan andai kita bekerja dengan sistem shift, salah satunya adalah semakin kacaunya waktu tidur kita. Tak hanya membuat kita kekurangan waktu tidur yang berkualitas, hal ini bisa berimbas pada meningkatnya resiko depresi, kenaikan berat badan, atau bahkan gangguan kesuburan bagi pria. Sebuah penelitian terbaru bahkan menunjukkan fakta mengejutkan dimana kerja shift bisa membuat pria lebih beresiko terkena masalah disfungsi ereksi.

doktersehat-stres-kerja

Dalam penelitian yang dilakukan oleh dr. Alex Pastuszak dan timnya yang berasal dari Baylor College of Medicine yang ada di Houston, Amerika Serikat, diketahui bahwa pria yang terbiasa melakukan kerja dengan sistem shift akan menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron di dalam tubuh dengan signifikan. Alhasil, hal ini akan menurunkan gairah seksualitas pria dan membuat produksi sperma juga semakin menurun baik itu dalam hal kualitas ataupun kuantitas. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi setidaknya 15 juta pria di Amerika Serikat dan 3 juta pria dari Inggris yang melakukan kerja dengan sistem shift.

Fakta ini didapatkan setelah para peneliti menganalisa hasil kuesioner yang diisi oleh lebih dari 2.500 pria. Kuesioner ini berisi tentang banyak hal, dari waktu kerja mereka setiap hari, kebiasaan melakukan hubungan intim, hingga gangguan yang berkaitan dengan buang air kecilnya, khususnya dalam hal frekuensi buang air kecil atau keinginan untuk melakukannya di tengah malam. Kebiasan olahraga, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan kondisi medis lainnya juga diperhitungkan dalam penelitian ini.

Hasilnya adalah, kaum pria yang bekerja dengan sistem shift kerap mengalami kekurangan waktu tidur dan hal ini bisa berpengaruh negatif bagi hormon dan ekspresi gen yang berkaitan dengan produksi sperma. Bahkan, hal ini bisa mempengaruhi kelancaran sirkulasi darah pada pria dan akhirnya memicu masalah disfungsi ereksi.