Waspada , Perkembangan baru Virus Flu Burung H7N9 (Avian Influenza)

DokterSehat.com – Flu burung (AI / Avian Influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas dan mamalia. Jenis virus yang menyebabkan penyakit tersebut adalah subtipe virus Influenza A (H5N1), namun saat ini terdapat perkembangan baru penyebab Avian Influenza yaitu tipe virus baru Influenza A (H7N9) yang muncul di Cina.



Virus Influenza dapat bermutasi dan dapat menular kepada manusia, namun pada saat ini belum ditemukan data yang menyokong penularan dari manusia ke manusia untuk virus Influenza A (H7N9).

Virus flu burung terdengar sangat mengerikan karena sudah banyak korban jiwa. Program pengendalian flu burung di Indonesia dilaksanakan sudah sejak tahun 2005, namun dengan adanya perkembangan virus baru Influenza A (H7N9) di Cina, kita harus waspada karena dikhawatirkan akan menyebar ke negara lain bahkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Gejala:
Indikasi atas gejala yang timbul seperti tampak gejala flu pada umumnya yaitu batuk, demam dan memberat dengan gejala nyeri dada serta sesak napas. Gejala cepat mengalami perburukan dan akan terjadi peradangan paru (Pneumonia). Hal ini terlihat dari gambaran foto toraks(dada) yang dilakukan terhadap pasien.

Definisi kasus Avian Influenza ada 3 yaitu :

  • Kasus “Confirmed”: Pasien dengan gejala influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A (H7N9)
  • Kasus “Probable”: Pasien dengan gejala seperti influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A, namun tidak dapat ditentukan subtipenya
  • Kasus “Suspek”: Pasien dengan gejala influenza dan ada riwayat kontak / terekspos dengan produk unggas/unggas yang terinfeksi atau kontak dengan kasus”Confirmed atau Probable” virus Influenza A (H7N9) dalam < 10 hari sebelum timbul gejala, atau baru saja bepergian ke negara yang terdapat kasus virus Influenza A (H7N9). Namun tidak/belum diketahui hasil konfirmasi laboratoriumnya
Baca Juga:  Kebocoran Plasma yang Harus Diwaspadai dalam Kasus Demam Berdarah

Penularaan terjadi melalui unggas yang terinfeksi, sedangkan penularan melalui manusia disinyalir merupakan media yang sangat tidak efektif, namun demikian masih terus dipantau dan ditiliti tentang penularan dari manusia ke manusia.

Oleh sebab itu kita perlu memahami tentang gejala dan cara penularannya sehingga diharapkan dapat dihindari dan dicegah penularannya.

Vektor utama penyakit ini adalah unggas, sehingga bersentuhan langsung dengan unggas yang sakit atau produk dari unggas sakit tersebut, kemungkinan akan membuat manusia tertular.

Penatalaksanaan :

Penanganan kasus Flu burung dapat dilakukan dengan pemberian obat antivirus dan tetap harus diberikan oleh/dalam pengawasan dokter atau rumah sakit, karena kesalahan dalam pemberian obat akan memicu timbulnya jenis virus baru yang labih ganas dan kebal terhadap obat.

Pencegahan:

Para peneliti terus berupaya untuk menciptakan vaksin flu burung guna pencegahan dengan cara pemberian vaksin, namun mengingat virus ini selalu bermutasi sehingga dirasakan manfaat pembuatan vaksin kurang efektif.

Cara-cara menghindarinya yang perlu diketahui yakni :

  1. Waspada bila ada kematian unggas yang mendadak
  2. Gunakan Alat Pelindung saat kontak dengan unggas (sarung tangan, masker dll)
  3. Hindari kontaminasi kotoran & sekret unggas, karena alat2 yang bersentuhan dengan kotoran unggas yang sakit akan menjadi media yang efektif untuk penularan
  4. Unggas yang mati mendadak dan produk unggas nya dibakar dan ditanam
  5. Alat peternakan dicuci dengan desinfektan
  6. Konsumsi daging unggas dan telurnya yang dimasak dengan suhu tinggi dan waktu yang cukup
  7. Jaga kebersihan diri & lingkungan
  8. Berkonsultasi ke Dokter Anda

Demikian, semoga dapat memberikan dampak kewaspadaan kesehatan diri dan lingkungan kita, semoga bermanfaat, salam sehat.

 

Oleh: dr. Zubaedah, Sp.P, MARS
Spesialis Paru di RS Meilia Cibubur