Waspada Penyebab Kanker Serviks

Dokter Sehat – Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV), saat ini terdapat 138 jenis HPV  yang sudah dapat teridentifikasi yang 40 di antaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Beberapa tipe HPV virus risiko rendah jarang menimbulkan kanker, sedangkan tipe yang  lain bersifat virus risiko tinggi.  Baik tipe risiko tinggi maupun tipe risiko  rendah dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada sel tetapi pada  umumnya hanya HPV tipe risiko tinggi yang dapat memicu kanker.

7

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa lebih dari 90% kanker leher rahim disebabkan oleh tipe 16 dan 18, yang membedakan antara HPV risiko tinggi dengan HPV risiko rendah adalah satu asam amino saja. Asam amino tersebut adalah aspartat pada HPV risiko tinggi dan glisin pada HPV risiko rendah dan sedang (Gastout et al, 1996).

Dari kedua tipe ini HPV 16 sendiri menyebabkan lebih dari 50% kanker leher rahim, seseorang yang sudah terkena infeksi HPV 16 memiliki resiko  kemungkinan terkena kanker leher rahim sebesar 5%.  Dinyatakan pula bahwa tidak terdapat perbedaan probabilitas terjadinya kanker serviks pada infeksi HPV-16 dan infeksi HPV-18 baik secara sendiri-sendiri maupun bersamaan (Bosch et al, 2002), akan tetapi sifat onkogenik HPV-18 lebih tinggi daripada HPV-16 yang dibuktikan pada sel kultur dimana transformasi HPV-18 adalah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan HPV-16.

Selain itu, didapatkan pula bahwa respon imun pada HPV-18 dapat meningkatkan virulensi virus dimana mekanismenya belum jelas. HPV-16 berhubungan dengan skuamous cell carcinoma serviks sedangkan HPV-18 berhubungan dengan adenocarcinoma serviks, prognosis dari adenocarcinoma kanker serviks lebih buruk dibandingkan squamous cell carcinoma. Peran infeksi HPV sebagai faktor risiko mayor kanker serviks telah mendekati kesepakatan, tanpa mengecilkan arti faktor risiko minor seperti umur, paritas, aktivitas seksual dini atau prilaku seksual, dan meroko, pil kontrasepsi, genetik, infeksi virus lain dan beberapa infeksi kronis lain pada serviks seperti klamidia trakomatis dan HSV-2 (Hacker, 2000).

Gejala kanker serviks :

1. Mengalami pendarahan abnormal
Pada wanita yang menderita kanker serviks, akan sering mengalami pendarahan abnormal pada organ intimnya. Terjadinya pendarahan ini kadang bervariasi dari yang biasa hingga parah setiap bulannya.

2. Keputihan yang tidak wajar
Waspadalah apabila mengalami keputihan yang tidak wajar seperti sangat berbau, keputihan lebih kental dari biasanya atau mengandung jamur. Apabila mangalami keputihan yang tidak wajar coba konsultasikan ke dokter.

3. Terasa sakit waktu buang air kecil
Waspadai ketika sedang buang air kecil terasa perih atau sakit, hal ini bisa saja salah satu gejala dari kanker serviks. Apabila sering mengalami sakit setiap kali buang air kecil segera periksakan untuk mengetahui kemungkinan terkena kanker serviks.

4. Sakit dan nyeri pada bagian pelvis
Merasakan sakit di bagian pelvis saat sedang menstruasi juga jangan di sepelekan, apalagi sampai jangka berjam jam lamanya. Siapa tahu hal tersebut sebagai tanda tanda kena kanker serviks.

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Tulang

5. Mengalami pendarahan
Waspadai apabila Anda mengalami pendarahan ketika sedang mengalami mestruasi, pendarahan ketika sedang Bercinta atau sedang melakukan pemeriksaan pelvis. Siapa tahu hal tersebut adalah gejala dari kanker serviks.

Penyebab kanker serviks :

  • Usia di atas 35 tahun mempunyai risiko tinggi terhadap kanker leher rahim, semakin tua usia  seseorang, maka semakin meningkat risiko terjadinya kanker laher rahim.
  • Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu muda untuk  melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker leher rahim 10-12 kali lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia di atas 20 tahun.
  • Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi, dan sering berganti-ganti pasangan.  Berganti-ganti pasangan akan memungkinkan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya  Human Papilloma Virus (HPV).   Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak sehingga tidak terkendali sehingga menjadi kanker.
  • Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan  antiseptik maupun deodoran akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.
  • Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker  serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok, penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita  perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok.  Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.  Nikotin, mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan,  paru-paru maupun serviks.  Namun tidak diketahui dengan pasti berapa banyak jumlah nikotin yang dikonsumsi yang bisa menjadi penyebab kanker serviks ini.
  • Riwayat penyakit kelamin seperti kutil genitalia.  Wanita yang terkena penyakit akibat hubungan seksual berisiko terkena virus HPV, karena virus HPV diduga sebagai penyebab utama terjadinya kanker leher rahim sehingga wanita yang mempunyai riwayat penyakit kelamin berisiko terkena kanker leher rahim.
  • Paritas (jumlah kelahiran).  Semakin tinggi risiko pada wanita dengan banyak anak, apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu pendek. Dari berbagai literatur yang ada, seorang perempuan yang sering melahirkan (banyak anak) termasuk golongan risiko tinggi untuk terkena penyakit kanker leher rahim.  Dengan seringnya seorang ibu melahirkan, maka akan berdampak pada seringnya terjadi perlukaan di organ reproduksinya yang akhirnya dampak dari luka tersebut akan memudahkan timbulnya  Human  Papilloma Virus  (HPV) sebagai penyebab terjadinya penyakit kanker leher rahim.
  • Penggunaan kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka lama yaitu lebih dari 4 tahun dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim 1,5-2,5 kali.  Kontrasepsi oral mungkin dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim karena jaringan leher rahim merupakan salah satu sasaran yang disukai oleh hormon steroid perempuan.