Waspada Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Pria

DokterSehat.Com – Semakin tingginya tingkat polusi dan gaya hidup yang tidak sehat, membuat banyak orang rentan terkena penyakit baik pria maupun wanita. Namun, wanita lebih memperhatikan kesehatannya dibandingkan dengan pria yang terbukti dengan adanya hari perempuan Internasional yang hanya membahas penyakit-penyakit yang sering dialami oleh para wanita. Padahal pria juga rentan untuk mengalami masalah yang sama karena ada beberapa penyakit berbahaya dapat menyerang pria di segala usia.

6004403164_dd7889ccba_b

• Penyakit jantung
Pria berada pada risiko yang lebih besar menderita penyakit jantung karena memiliki waktu yang lebih rendah untuk mencegah perkembangannya. Banyak pria meninggal karena penyakit jantung dibanding wanita. Factor yang menyebabkan penyakit jantung adalah karena factor usia, riwayat keluarga dan ras yang terkena penyakit jantung, merokok, kolesterol darah tinggi, tekanan darah tinggi, kurangnya olahraga, obesitas (kegemukan) dan diabetes.
Oleh karena itu, mulailah untuk mengubah pola hidup Anda menjadi yang lebih sehat, seperti rajin olahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi, tidak merokok, untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

• Stroke
Stroke adalah pembunuh yang berada di urutan ketiga setelah kanker dan penyakit jantung. Hipertensi adalah penyebab utama stroke dan satu-satunya cara untuk mencegah stroke adalah dengan mencari cara untuk mengontrolnya. Hindari merokok, tidak mengonsumsi alcohol yang berlebihan dan merubah gaya hidup menjadi pola hidup yang lebih sehat adalah cara untuk menjauhkan diri dari stroke. Latihan teratur seperti jogging dan jalan kaki, dan mengambil kegiatan rekreasi seperti yoga dan meditasi dapat membantu. Makan makanan yang tepat dan mendapatkan banyak latihan. Hindari daging merah dan produk susu yang kaya akan lemak jenuh. Konsumsi buah-buahan segar, biji-bijian dan sayuran dalam menu sehari-hari.

• Bunuh diri dan depresi
Depresi yang didiagnosis pada kebanyakan pria adalah salah satu alasan yang harus disalahkan. Karena pria lebih rentan untuk melakukan bunuh diri daripada wanita. Pria yang merasa gagal dan depresi biasanya jarang mendapatkan perawatan yang tepat sehingga menyebabkan bunuh diri banyak terjadi. Pria biasanya mengungkapkan kesedihannya dengan kemarahan, merokok, perilaku yang berbahaya atau mengambil risiko, bekerja berlebihan, dan yang lebih parah adalah penyalahgunaan alcohol dan obat-obatan terlarang. Itulah yang membuat pria merasa lebih tertekan. Pria yang sangat depresi cenderung berpikir bahwa hidupnya tentu tidak layak dan bunuh diri adalah hal yang tepat yang sebagai akhir yang cepat untuk mengakhiri semua penderitaannya. Oleh sebab itu untuk para pria, cobalah untuk terbuka, ceritakan setiap masalah yang sedang dirasakan, cari kawan untuk berbagi agar setiap masalah yang dihadapi tidak terlalu berat.

Baca Juga:  Sekilas Tentang Leptospirosis

• Kanker paru-paru
Merupakan gangguan kesehatan terkemuka yang banyak dihadapi pria. Ini adalah salah satu pembunuh utama pria dan wanita. Risiko terkena kanker paru-paru meningkat dengan asap rokok. Factor lain yang penting adalah riwayat keluarga, tingkat polusi udara dan ekspos terhadap Radon atau asbes. Factor terbesar kanker paru-paru adalah produk tembakau. Oleh sebab itu, berhentilah merokok maka akan mencegah kerusakan lebih lanjut pada paru-paru.

• Kanker prostat
Kanker prostat adalah pembunuh terbesar pria setelah kanker paru-paru. Mendeteksi kanker prostat pada tahap awal ini cukup menantang karena tidak ada gejala penyakit sampai menyebar ke bagian lain dari tubuh. Skrinning kanker prostat adalah cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini. kanker prostat rentan menyerang pria yang memiliki riwayat keluarga serta keturunan kulit hitam. Factor lainnya adalah usia lanjut dan diet yang tinggi lemak. Pria yang banyak mengkonsumsi daging merah dan prosuk susu tinggi lemak tanpa termasuk buah-buahan segar dan sayuran yang cukup, rentan terhadap jenis kanker.

Oleh sebab itu, kenali tubuh Anda mulai dari sekarang. Mari kita cegah sama-sama agar mengurangi risiko terkena penyakit.