Waspada Penyakit Pada Kelamin Ulkus Mole

DokterSehat.Com – Chancroid (ulkus mole) adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Gram-negatif streptobacillus Haemophilus ducreyi. Ini merupakan penyakit yang ditemukan terutama di negara-negara berkembang, yang terkait dengan pekerja seks komersial dan klien mereka. Penularannya melalui hubungan seksual. Ulkus mole ialah penyakit infeksi genital akut, setempat, dapat inokulasi sendiri (auto-inoculable), disebabkan oleh Haemophilus ducreyi (Streptobacillus ducreyi), dengan gejala klinis khas berupa ulkus pada tempat masuk dan seringkali disertai supurasi kelenjar getah bening regional.

6

Penyebabnya ialah H.ducreyi yang merupakan bakteri gram negative, anaerobic fakultatif, berbentuk batang pendek dengan ujung bulat, tidak bergerak, tidak membentuk spora dan memerlukan hemin untuk pertumbuhannya. Pria yang tidak disunat/khitan memiliki risiko tiga kali dibanding pria yang disunat untuk kemungkinan terkena penyakit ini. Mengidap Chancroid menjadi faktor risiko untuk tertular HIV karena Chancroid membuka jalan bagi masuknya HIV ke dalam tubuh (melalui iritasi pada kulit).

Setelah masa inkubasi satu hari hingga dua minggu, chancroid menimbulkan benjolan kecil yang kemudian menjadi borok/lesi dalam satu hari.
Borok yang khas memiliki karakteristik :

  • Rentang ukuran 3-50 mm
  • Nyeri
  • Terlihat jelas tapi batasnya tidak jelas
  • Ditutupi oleh lapisan berwarna abu-abu atau abu kekuning-kuningan
  • Jika tutupnya dilukai atau dikikis misal dengan kuku maka akan keluar darah

Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi hanya memiliki satu borok. Perempuan sering memiliki empat atau lebih bisul/borok. Bisul yang muncul di lokasi tertentu, seperti pada kulit yang menutupi kepala penis (kulit yang biasanya dihilangkan pada saat khitan/sunat) atau di fourchette dan labia minora perempuan. Borok pada orang yang terkena sipilis memiliki lapisan lebih keras dibanding pada chancroid.

Pencegahan penyakit ulkus mole

Baca Juga:  PIL KB (ORAL PIL , PIL KOMBINASI)

Gunakan kondom dengan cara yang benar dan jika ada kulit yang menutupi kepala penis maka sebaiknya dihilangkan (disunat/khitan) untuk mengurangi resiko terjangkit. Lebih baik lagi untuk pencegahan, jangan berganti-ganti pasangan seks karena penyakit ini banyak terjadi pada praktek-praktek prostitusi.

Pengobatan

  1. Obat sistemik
  • Azitromycin 1 gr, oral, single dose
  • Seftriakson 250 mg dosis tunggal, injeksi IM
  • Siprofloksasin 2×500 mg selama 3 hari
  • Eritromisin 4×500 mg selama 7 hari
  • Amoksisilin + asam klavunat 3×125 mg selama 7 hari
  • Streptomisin 1 gr sehari selama 10 hari
  • Kotrimoksasol 2×2 tablet selama 7 hari
  1. Obat local
    Kompres dengan larutan normal salin (NaCl 0,9%) 2 kali sehari selama 15 menit.4
  1. Aspirasi abses transkutaneus dianjurkan untuk bubo yang berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi ditengahnya.