Waspada Penggunaan Imunomodulator Pada Anak

Dokter Sehat – Imunomodulator adalah senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non spesifik, dan terjadi induksi non spesifik baik mekanisme pertahanan seluler maupun humoral. Pertahanan non spesifik terhadap antigen ini disebut paramunitas, dan zat berhubungan dengan penginduksi disebut paraimunitas.

11

Induktor semacam ini biasanya tidak atau sedikit sekali kerja antigennya, akan tetapi sebagian besar bekerja sebagai mitogen yaitu meningkatkan proliferasi sel yang berperan pada imunitas. Sel tujuan adalah makrofag, granulosit, limfosit T dan B, karena induktor paramunitas ini bekerja menstimulasi mekanisme pertahanan seluler. Mitogen ini dapat bekerja langsung maupun tidak langsung misalnya melalui sistem komplemen atau limfosit, melalui produksi interferon atau enzim lisosomal untuk meningkatkan fagositosis mikro dan makro.
Mekanisme pertahanan spesifik maupun non spesifik umumnya saling berpengaruh, dalam hal ini pengaruh pada beberapa sistem pertahanan mungkin terjadi, hingga mempersulit penggunaan imunomodulator. Terdapat imunomodulator alami dan sintetik atau buatan.

Imunimodulator ada 2 jenis :

1.Imunomodulator alami
jenis imunomodulator yang baik, karena terdapat dalam buah-buahan dan makanan seperti berbagai macam buah-buahan dan sayuran segar. Termasuk ginseng, chamomile tea, minuman lemon atau zaitun, ekstrak jamur resihi dan esktrak daun zaitun. Namun sayangnya kandungan imunomodulator dalam bahan alamiah mudah rusak dan hilang setelah proses pemasakan.

2.Imunomodulator sintetis
jenis imunomodulator yang sudah diolah dan dikemas sehingga sudah siap untuk dikonsumsi, penggunaan imunomodulator yang baik memang yang berasal dari alamiah tetapi setelah proses pengolahan yang tidak tepan dapat menghilangkan kandungan imunomodulator tersebut, yang paten adalah penggunaan imunomodultaor sintetis selama penggunaannya tidak melebihi dosis dan ketentuan anjuran yang ada.

Kapan sebaiknya anak diberikan vitamin penambah daya tahan tubuh atau imunomodulator ini? Berikan saat memang kekebalan dalam tubuh anak mengalami gangguan, ciri-ciri jika anak sedang menderita gangguan kekebalan tubuh adalah anak akan mudah terserang penyakit. Batuk pilek yang tadinya sduah sembuh tapi muncul kembali, mudah terkena infeksi-infeksi lainnya, atau juga mudah terkena demam.

Baca Juga:  Stop “Bullying” pada Anak! Ini Konsekuensi Kesehatan Jangka Panjang yang Bisa Terjadi

Tetapi jika anak anda dalam keadaan sehat maka sebaiknya imunomodulator ini tidak diberikan, juga ketika anak anda sudah sembuh dari sakitnya maka juga jangan memberikan imunomodulator ini dalam waktu yang panjang.

Kemudian apakah baik jika diminum dalam jangka panjang dan terus menerus? Jawabannya adalah tidak, karena imunomodulator bukan vitamin biasa. Penggunaannya dalam jangka panjang dan dalam dosis berlebih malah dapat merangsang respon kekebalan pada tubuh yang berlebihan serta dapat merangsang reaksi alergi dan hipersensitifitas pada penderita alergi menjadi meningkat.
Pemakaian yang tidak tepat juga dapat merugikan tubuh, karena merangsang timbulnya alergi.

Karena dalam tubuh manusia terdapat sel-sel limposit, ada sel limposit yang berperan pada kekebalan tubuh terhadap infeksi dan terdapat pula sel limposit yang berperan dalam hal antibody. Nah, jika pada anak yang reaksi kekebalan tubuhnya berlebihan maka anak tersebut akan lebih mudah terserang alergi karena sel limposit yang berperan dalam antibody lebih dominan.