Waspada Pada Batuk Rejan

Apa itu Batuk rejan ?

Doktersehat.com-  Penyakit Batuk rejan atau juga dikenali sebagai “pertusis” atau dalam bahasa Inggris Whooping Cough adalah satu penyakit menular. Di dunia terjadi sekitar 30 sampai 50 juta kasus per tahun, dan menyebabkan kematian pada 300.000 kasus (data dari WHO). Penyakit ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 1 tahun. 90 persen kasus ini terjadi di negara berkembang, penyakit ini biasanya diakibatkan oleh bacterium Bordetella namun tidak jarang diakibatkan oleh B. parapertussis



Orang yang batuk berkepanjangan – yang sering disebut batuk rejan- diminta agar waspada karena bisa menjadi pertanda kanker paru-paru.

Peringatan itu disampaikan dalam kampanye pemerintah Inggris untuk meningkatkan kesadaran akan kanker paru-paru.

Dalam kampanye yang disiarkan di TV, radio, media cetak, dan internet tersebut, orang yang menderita batuk rejan selama tiga pekan disarankan untuk pergi ke dokter.

Berdasarkan penelitian, masyarakat Inggris memiliki kesadaran bahwa bengkak dan pendarahan merupakan pertanda kanker tapi bukan batuk berkepanjangan. Kini orang diingatkan bahwa batuk rejan juga merupakan peringatan yang harus ditangani secara serius.

Pengobatan Batuk rejan

Pengobatan menjadi sebuah tindakan wajib dilakukan seseorang pada saat dimana seseorang menderita penyakit dan menginginkan kesembuhan. Tetu banyak cara atau metode yang di gunakan dalam pross pengobatan, diantaranya ada yang melakukan pengobatan melalui keahlian para dokter ada juga yang melalui para ahli terapi yang sering disebut dengan Tabib atau semacamnya. Namun sebaiknya pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan secara alami dengan meminum ramuan herbal / alami, sehingga terhindar dari evek negativ dalam proses pengobatan. Kami telah banyak membantu penderita berbagai penyakit dari seluruh indonesia bahkan manca negara. Bagi anda yang saaat ini menderita suatu penyakit apapun, segeralah ambil tindakan cepat untuk mendapatkan kesembuhan melalui pengobatan herbal dari kami yang telah terbukti banyak memberikan kesembuhan pada penderita Batuk rejan.

 

Penyebab Batuk rejan.

Batuk rejan terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk. Ada beberapa macam penyebab batuk rejan :

  •     Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
  •     Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis.
  •     Asma.
  •     Infeksi sinus atau allergic rhinitis.
  •     Infeksi virus (batuk yang bertahan beberapa pekan).
  •     Infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan bawah.
  •     Tersedak benda asing (makanan atau mainan).
  •     Kebiasaan, sering terjadi setelah terkena infeksi yang menyebabkan batuk.
  •     Iritasi akibat beberapa pemicu, seperti asap rokok, polusi dan gas buang kendaraan bermotor.
Baca Juga:  Akibat Diet Terlalu Ketat

Gejala Batuk rejan.

Gejala batuk rejan biasanya mirip dengan selesma, seperti hidung mampet dan batuk kering, yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Setelah itu, batuk terus berlanjut, yang mungkin akan mencapai satu minggu. Batuk akan makin panjang dan sering kali berakhir dengan suara seperti orang menarik napas.  Pada anak-anak, batuk berulang-ulang dapat membuat mereka muntah. Anak-anak biasanya kelihatan sehat bila tidak sedang batuk. Pada kasus-kasus yang lebih parah, bayi dan anak-anak mungkin mengalami kesulitan untuk bernapas sehabis batuk. Anggota keluarga yang lain sering kali juga mengalami batuk. Pada bayi-bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, mungkin akan mengalami berhenti bernapas (yang disebut apnoea) bukan hanya batuk-batuk biasa.

Pantangan Makanan Batuk rejan.

Untuk menadapat penyembuhan secara maksimal pada penderita batuk rejan tentu bisa dilakukan dengan menghindarkan makanan yang dapat memberikan evek yang lebih buruk. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari antara lain: Makanan yang mengandung gula pasir, pemanis buatan, dan gorengan atau yang mengandung minyak.

Sumber: kompashealth.com&obatsakit.web.id