
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.
Doktersehat.com- Nyeri di bagian ulu hati adalah masalah yang umum dijumpai di masyarakat. Tapi jika sering mengalami nyeri di ulu hati sebaiknya hati-hati, karena bisa jadi itu tanda dari radang kandung empedu.
Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, karena bisa juga berasal dari bagian tubuh lain seperti pankreas, kandung empedu, liver, usus 12 jari bahkan bisa berhubungan dengan serangan jantung.
Data yang ada menunjukkan sekitar 20 persen pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan oleh adanya gangguan pada kandung empedu baik akibat batu atau peradangan itu sendiri. Dan sekitar 80 persen berumur di atas 40 tahun serta tidak ada yang berumur di bawah 30 tahun.
Untuk mengetahui penyebab dari rasa nyeri ulu hati tersebut, perlu dilakukan USG abdomen sehingga bisa diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis di kandung tersebut. Serta bisa juga mengidentifikasi adanya batu pada kandung empedu.
Rasa nyeri ulu hati akibat kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu, baik yang berlangsung akut maupun kronis. Namun nyeri ini juga bisa terkadi akibat adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut, batu ini terdiri dari batu kolesterol dan batu pigmen.
Nyeri yang muncul akibat adanya masalah di kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri ini bisa menjalar ke punggung belakang.
Peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung secara tiba-tiba atau akut, bisa ringan hingga berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja mengenai bagian tubuh lain selain kandung empedu seperti pankreas. Jika infeksinya luas dan sistemik maka bisa membahayakan jiwa.
Pasien dengan radang kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan mendapatkan antibiotik sistemik. Jika kondisinya ringan dan batu empedu tidak menimbulkan keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu dioperasi.
Pengobatan batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan yang bekerja melarutkan batu kolesterol seperti ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.
Tapi jika kandung empedu yang bermasalah ini terdapat batu di dalamnya dengan ukuran besar maka kandung empedu ini harus diangkat (kolesistektomi). Saat ini sebagian besar RS sudah menerapkan teknik laparoskopi, sehingga komplikasi setelah operasi jadi minimal.
Sumber:detikhealth.com&scalamedia.net
Waspada Nyeri Pada Ulu Hati,