Waspada Mommyrexia, Gangguan Makan yang Bahayakan Janin

doktersehat-timbangan-berat-badan-diet-sindrom-metabolik

DokterSehat.Com– Salah satu kekhawatiran ibu hamil adalah tidak dapat mengembalikan berat badan seperti semula. Kekhawatiran ini memicu gangguan makan yang disebut mommyrexia atau pregorexia. Secara umum mommyrexia serupa dengan gangguan makan anorexia, yaitu kondisi ibu hamil yang terobsesi dengan tubuh yang kembali ramping dengan cepat setelah melahirkan. Salah satu caranya adalah dengan mengontrol berat badan selama hamil agar tidak naik terlalu banyak dan mudah untuk kembali ke berat badan awal.

Setiap ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan kalori agar tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu tetap terjaga dengan baik. Idealnya, penambahan berat badan ibu selama hamil adalah 1,5 kg per bulan. Jika sebelum hamil ibu memiliki berat badan di bawah normal, maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 2 kg. Sehingga peningkatan berat badan sekitar 13,5 kg-18 kg masih tergolong wajar.

Kurangnya nutrisi pada janin selama kehamilan dapat berbahaya bagi ibu dan janin. Beberapa risiko tersebut di antaranya adalah anemia dan perdarahan pasca persalinan. Selain itu berat badan ibu yang terlalu rendah juga dapat meningkatkan risiko masalah neurologis pada bayi yang tidak bisa diperbaiki. Selain itu risiko kelahiran prematur juga meningkat dan gangguan pernapasan pada kelahiran bayi yang terlalu dini.

Saat hamil tubuh ibu akan mengirimkan nutrisi pada janin selama kehamilan dan janin akan memastikan bahwa ia mendapat nutrisi yang dibutuhkan dengan mengaktifkan hormon ghrelin. Ghrelin mertugas mengirim sinyal ke otak bahwa selnya membutuhkan makanan. Kelainan ghrelin pada janin dapat berisiko menyebabkan penyakit diabetes dan hipertensi di kemudian hari. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kurangnya nutrisi selama kehamilan dengan risiko anak mengidap schizofrenia saat dewasa.

Jika ibu hamil ingin menjaga berat badan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memilih makanan yang tidak memiliki terlalu banyak kalori namun cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Lagipula saat ini ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Tak perlu risau soal berat badan dan bentuk tubuh selama hamil dan fokus pada kebutuhan gizi si kecil.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik