Waspada, Minuman Buah Kemasan Ternyata Mengandung Banyak Gula

DokterSehat.Com – Untuk menjaga kesehatan anak, khususnya anak-anak yang cenderung malas mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, maka orang tuapun berusaha mensiasatinya dengan memberikan minuman buah kemasan yang banyak tersedia di toko-toko. Minuman buah ini memang dianggap sebagai pengganti buah yang paling ideal dan karena rasanya yang enak, banyak anak-anak yang menyukainya. Sayangnya, minuman buah kemasan layaknya jus atau smoothie ini ternyata dianggap kurang baik bagi kesehatan anak menurut para pakar kesehatan. Minuman buah kemasan ini ternyata memiliki kandungan gula yang cukup tinggi karena mengandung banyak sekali pemanis.

doktersehat-minuman-buah-pemanis-buatan-juice

Pakar kesehatan bernama Simon Capewell menyebutkan jika kandungan gula yang ditemukan pada minuman buah kemasan, termasuk diantaranya adalah yang tertulis sebagai jus buah alami ataupun smoothie ternyata sangatlah tinggi. Padahal, kandungan gula ini cenderung tidak akan segera mampu dibakar oleh proses pencernaan anak-anak. Hal ini berarti, jika anak-anak kerap mengkonsumsi minuman ini, Ia pun beresiko mengalami lonjakan energi yang cepat dan membuatnya beresiko mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

Menurut ahli gizi Brigitte Zeitlin, minuman buah kemasan ternyata diproduksi sesuai dengan kebutuhan gizi bagi orang dewasa aktif, dan bukan diperuntukkan bagi anak-anak. Yang menarik adalah, kandungan buah pada minuman buah kemasan sendiri ternyata juga miskin akan serat, salah satu kandungan yang justru paling dibutuhkan oleh kesehatan pencernaan anak-anak. Jika anak mengkonsumsi serat, maka ia pun akan cenderung merasa kenyang lebih lama sehingga bisa menahan diri untuk tidak mengkonsumsi gula secara berlebihan.

Dengan adanya fakta-fakta ini, Zeitlin dan Capewell berharap agar pemerintah Inggris menerapkan regulasi dalam hal penjualan minuman buah kemasan agar lebih mampu melindungi kesehatan anak-anak. Hal ini dikarenakan konsumsi minuman buah kemasan bisa membuat masalah kesehatan anak di masa depan.