Waspada Masyarakat Kota Lebih Mudah Mengalami Gangguan Jiwa

DokterSehat.Com – Banyak orang yang sebisa mungkin menghindari kemungkinan untuk tinggal di kota besar karena alasan menginginkan ketenangan semasa menjalani kehidupan. Telah tak terhitung berapa orang yang memilih untuk kembali dari kota-kota besar seperti Jakarta untuk hidup dengan lebih tenang di tempat tinggal mereka di kota kecil atau pedesaan. Apakah kehidupan perkotaan memang begitu keras dan bisa membuat gangguan mental?

doktersehat-telinga-sakit-Misofonia

Kota besar sendiri kerap kali dikaitkan dengan banyaknya lapangan pekerjaan dan adanya hal-hal yang bisa didapatkan secara mudah dan praktis layaknya transportasi massal modern yang diminati oleh banyak orang. Hanya saja, tuntutan untuk tinggal di kota besar juga cukup tinggi sehingga banyak orang yang mengalami gangguan jiwa dan pada akhirnya menyerah.

Sebuah penelitan dilakukan oleh seorang psikiater dari Institut Kesehatan Mental dari Universitas Heidelberg, Jerman, menunjukkan adanya kenaikan masalah mental pada mereka yang tinggal dan hidup dengan kehidupan perkotaan yang keras. Penelitian ini sendiri melibatkan 32 partisipan yang berasal dari kota besar, desa, hingga kota kecil dan partisipan tersebut diberikan soal-soal aritmatika. Hasilnya adalah, mereka yang tinggal di kota-kota besar justru melakukan banyak aktifitas lebih besar pada bagian amidala, sebuah jaringan otak yang aktif jika seseorang mengalami kecemasan atau ketidaktenangan yang berlebihan. Partisipan yang berasal dari kota besar juga cenderung mengalami aktifitas otak di bagian perigenual anterior cingulate cortex yang memiliki kaitan erat dengan masalah jiwa bernama schizoprenia.

Selain dengan soal aritmatika, penelitian juga dilakukan dengan tanda-tanda visual dan memberikan hasil dimana penduduk kota besar cenderung memberikan respon stress yang jauh lebih tinggi dari mereka yang tinggal di desa. Warga kota juga memiliki resiko 20 persen terkena masalah schizoprenia, jauh lebih besar dari mereka yang tinggal di desa atau kota kecil. Warga dalam kota juga cenderung dua kali lebih beresiko mendapatkan masalah kesehatan fisik jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di kota besar. Jika anda adalah warga dari kota besar, ada baiknya anda mulai belajar untuk mengendalikan emosi anda dan jika diperlukan, sering-seringlah berkunjung ke pedesaan untuk mendapatkan suasana segar dan baru sehingga tidak akan mudah terkena gangguan kejiwaan.