Waspada Kebanyakan Protein Tidak Baik Buat Anak

DokterSehat.Com – Protein memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga dan membantu tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral lain. Tentu jumlah protein yang sesuai dengan tubuh akan menjadi penopang untuk kesehatan tubuh.



Beberapa sumber makanan yang mengandung protein didapatkan dari daging, telur, ikan, semua produk susu, kacang-kacangan, dan berbagai biji-bijian. Protein juga bisa didapatkan dari sumber sayuran seperti brokoli, kale dan sayuran lain. Protein juga menjadi bagian dari perhitungan kalori untuk tubuh. Namun konsumsi sumber protein untuk tubuh secara berlebihan juga bisa menyebabkan kegemukan beberapa tahun kemudian.

Temuan ini muncul dari hasil penelitian yang dilakukan Ludwig Maximilian University of Munich (LMU). Menurut peneliti, gizi selama kehamilan dan saat anak masih kecil berpengaruh dalam kehidupannya.

Salah satu indikator terbaik untuk memprediksi risiko kelebihan berat badan di masa depan adalah kenaikan berat badan selama tahun pertama kehidupan, kata Kepala Gizi dan Metabolisme di RS Anak Dr. von Hauner, Professor Berthold Koletzko, seperti dilansir Xinhua, Kamis (20/3/2014).

Peneliti melihat BMI dan berat bayi dari dua kelompok bayi yang menerima makanan bayi yang kandungan proteinnya berbeda. Ini untuk mengetahui betapa pentingnya kandungan protein dalam makanan bayi.

Anak-anak yang makanannya memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, pada usia enam tahun, BMI atau indeks massa tubuhnya secara signifikan lebih tinggi. Risiko mereka mengalami kelebihan berat badan hampir 2,5 kali lebih tinggi dibanding anak-anak yang proteiinya rendah, kata Koletzko.

Koletzko mengatakan, ternyata risiko kelebihan berat badan pada usia 6 tahun tak hanya dari berat badan. Rupanya juga dikombinasikan dengan metabolismenya.

Makanan bayi dan makanan pendamping untuk bayi menyebabkan pendapatan protein yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan, ujarnya.

Baca Juga:  Khasiat Sayur Terong Bagi Kesehatan Tubuh

Karena itu, Koletzko merekomendasikan ibu-ibu yang menyusui mengurangi protein dalam makanan bayinya sebagai pencegahan anak-anak mereka menjadi gemuk di kemudian hari.

BACA JUGA : Penularan Hepatitis Dominan melalui Darah