Waspada Gangguan Mata Trakoma

DokterSehat.Com – Trakoma (Konjungtivitis granuler, Oftalmia Bangsa Mesir) adalah suatu infeksi konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

15

Penyebab

Trakoma terjadi akibat infeksi oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Masa inkubasi berlangsung selama 5-12 hari dan berawal sebagai kemerahan pada mata, yang jika tidak diobati bisa menjadi penyakti kronis dan menyebabkan pembentukan jaringan parut.

Trakoma ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah pedesaan di negara-negara berkembang. Sering menyerang anak-anak.

Bagaimana trakoma menular dan siapa yang berisiko?

Trakoma ditularkan dari orang ke orang melalui sekresi mata dan pernapasan. Hal ini sering dilewatkan dari anak ke anak dan dari anak-to-ibu dalam keluarga. Infeksi biasanya pertama terjadi di masa kecil tetapi orang tidak menjadi buta sampai mereka dewasa. Penyakit berlangsung tahun lebih infeksi berulang menyebabkan parut pada bagian dalam kelopak mata. Bulu mata akhirnya berubah. Ini menyebabkan menggosok pada kornea (penutup atas pupil dan iris). Kornea menjadi bekas luka, yang menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah dan akhirnya kebutaan, terutama pada wanita dewasa. Namun, di daerah yang sangat endemik anak dari kedua jenis kelamin, semuda sembilan atau sepuluh tahun, telah dikenal untuk memerlukan operasi trichiasis.

Sementara trakoma memiliki sejarah kuno dan telah ada sebagai masalah di banyak bagian dunia (termasuk Eropa dan Amerika Serikat), maka tidak ada lagi masalah membutakan kecuali di negara-negara yang terletak terutama di Afrika, Timur Tengah, dan sebagian Asia.

Gejala

Pada stadium awal, konjungtiva tampak meradang, merah dan mengalami iritasi serta mengeluarkan kotoran (konjungtivitis).

Pada stadium lanjut, konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu mata melipat ke dalam dan terjadi gangguan penglihatan.

Gejala lainnya :

  • Pembengkakan kelopak mata.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak tepat di depan mata.
  • Kornea tampak keruh.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

Apusan mata diperiksa untuk mengetahui organisme penyebabnya.

Pengobatan

Pengobatan meliputi pemberian salep antibiotik yang berisi tetracyclin dan erythromycin selama 4-6 minggu. Selain itu, antibiotik tersebut juga bisa diberikan dalam bentuk tablet.

Jika terjadi kelainan bentuk kelopak mata, kornea maupun konjungtiva, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaikinya.