Waspada, Cakaran Hewan Saja Ternyata Bisa Menyebabkan Rabies!

DokterSehat.Com– Mengingat mayoritas warga negara Indonesia adalah Muslim, tidak mudah menemukan orang yang memelihara anjing di rumahnya. Sayangnya, cukup jarangnya populasi anjing di Indonesia membuat kita cenderung menyepelekan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gigitan anjing atau hewan lainnya, yakni rabies atau yang juga dikenal sebagai penyakit anjing gila.

doktersehat-anjing-virus-rabies

Dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, disebutkan bahwa terdapat 70 ribu kasus gigitan hewan penular rabies. Dari banyaknya kasus gigitan ini, 119 orang dipastikan positif terkena penyakit ini. Dari total data tersebut, 60 persen kasus terjadi di Bali, daerah dimana populasi anjing memang cenderung lebih banyak dari daerah lain. Selain itu, kasus gigitan hewan yang menularkan rabies juga bisa ditemui di Riau, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Rabies ternyata disebabkan oleh virus bernama lyssaviruses. Virus ini bisa menular pada manusia jika digigit oleh hewan yang sudah terpapar virus tersebut. Tak hanya gigitan, cakaran ternyata juga bisa menyebabkan penularan virus ini meskipun kasusnya tidak banyak. Padahal, terkadang tanpa kita sadari kita dicakar oleh hewan saat bermain-main dengan mereka. Bahkan, dalam kasus yang sangat langka, jilatan hewan yang sudah terinfeksi juga bisa menularkan penyakit ini.

Sebagian besar atau tepatnya 98 persen kasus rabies di Indonesia disebabkan oleh gigitan anjing. Sementara itu sisanya disebabkan oleh gigitan kucing dan kera. Karena alasan inilah ada baiknya kita mewaspadai anjing, khususnya anjing liar yang berkeliaran di jalanan dan tidak dipelihara karena bisa jadi sudah terinfeksi virus rabies.

Jika seseorang digigit rabies, maka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mulai menunjukkan gejala kesehatan. Virus lyssaviruses ini akan menyebar hingga ujung saraf, saraf tulang, hingga area belakang otak. Bahkan, beberapa organ seperti paru-paru, hati, ginjal, dan berbagai organ lainnya juga bisa diserang oleh virus ini.

Baca Juga:  Rabies - Penyebab, Penularan, dan Gejala Pada Hewan

Gejala awal rabies pada manusia biasanya adalah demam tinggi, rasa gatal yang sangat terasa pada bagian yang digigit, perubahan perilaku menjadi lebih agresif, dan mengalami kondisi aneh berupa hidrofobia atau takut dengan air. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan tidak ditangani dengan benar, maka penderitanya bahkan bisa mengalami kelumpuhan, koma, dan akhirnya meninggal dunia.

Jika anda tergigit oleh anjing atau hewan lain yang berpotensi memiliki virus rabies, pastikan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Segera cuci luka dengan air yang mengalir dan sabun setidaknya selama 5 menit.
  • Segera memeriksakan diri ke dokter tanpa perlu menunggu gejala apapun seperti demam, nyeri otot, dan gejala lainnya.
  • Dokter biasanya akan segera memberikan vaksin rabies pada manusia yang bernama immunoglobulin rabies. Suntikan ini bisa diberikan sebanyak 5 kali selama 14 hari demi menekan virus rabies agar tidak semakin berkembang di dalam tubuh.

Jika di lingkungan anda cenderung mudah ditemukan anjing liar yang berpotensi menggigit dan menularkan rabies, anda juga bisa mendapatkan vaksin rabies terlebih dahulu. Selain itu, pastikan untuk tidak memegang hewan liar secara sembarangan. Jika anak-anak mengalami luka, pastikan untuk bertanya pada mereka tentang asal dari luka tersebut karena dikhawatirkan bisa berasal dari gigitan atau cakaran hewan yang sudah terinfeksi rabies.

Kementerian Kesehatan RI menyarankan setiap orang untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan cara menjaga perilaku hidup sehat sehari-hari. Tak hanya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan dan rutin memeriksakan kondisi kesehatannya dengan teratur demi menurunkan resiko terkena penyakit rabies.