Waspada! Bisa Jadi Hormon Testosteron Anda Tengah Menurun

DokterSehat.Com Hormon testosteron selama ini dianggap sebagai hormon yang mempengaruhi faktor kejantananan pada pria. Pada kenyataannya hormon ini memiliki manfaaat bagi tubuh secara keseluruhan. Namun apa jadinya ketika hormontestoran yang diproduksi tengah menurun?

doktersehat-penyakit-kelamin-sifilis

Dimulai ketika menginjak dewasa, jika terjadi kekurangan hormon testosteron, maka fungsi seksual akan sedikit mengalami gangguan. Padahal hormon ini memiliki peran yang sangat penting bagi laki-laki. Tak hanya sebagai hormon seksual, hormon ini juga menjadi penentu jenis kelamin janin, apakah laki-laki atau perempuan, serta jika terjadi kekurangan hormon ini dapat berakibat fatal pada pertumbuhan organ genital pada bayi yang dilahirkan. Namun sebagian besar pria tidak pernah menyadari adanya penurunan kadar testosteron dalam tubuh. Tak mengherankan jika hal ini terjadi, adanya penurunan hormon ini tidak memiliki gejala-gejala yang pasti karena terjadi secara perlahan-lahan.

Beberapa gejala yang terlihat ketika hormon testosteron menurun biasanya dimulai dengan penurunan dorongan seksual. Sebenarnya hal ini lebih dikaitkan dengan faktor usia pria yang semakin bertambah. Berkaitan dengan dorongan seksual yang menurun tampak dari frekuensi ereksi yang berkurang atau tidak sekeras biasanya. Tak hanya itu rendahnya kadar hormon testosteron juga memiliki gejala seperti cepat merasa lelah, sulit berkonsentrasi, penurunan dan kekuatan massa otot, hingga adanya penumpukan lemak khususnya di bagian perut.

Menurut istilah kedokteran terjadinya penurunan hormon ini disebut sebagai hipogonadisme. Pada umumnya disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat seperti olahraga yang berlebihan, hingga penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan metabolisme. Para pria waspadalah dengan hal ini, karena hipogonodisme dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, hingga disfungsi seksual.

Untuk memperoleh diagnosa yang tepat mengenai hipogonadisme, segeralah pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan anamnesis atau wawancara, pemeriksaan fisik, hingga uji laboratorium.