Waspada Bahaya Mie Berformalin

DokterSehat.Com – Di negeri ini, mie adalah salah satu sumber karbohidrat pengganti nasi yang sangat digemari masyarakat. Dengan hal tersebut, banyak dimanfaatkan oleh kaum-kaum yang tidak bertanggung jawab dalam memproduksi mie tersebut. Dengan menekan biaya produksi demi mendapatkan keuntungan yang lebih tanpa memperhatikan dampak penggunaan formalin dan borak  dalam kompisisi mie mereka.



Berikut ini beberapa perbedaan mie berfomalin dengan mie yang tidak berformalin agar kita dapat terhindar dari bahaya formalin dan boraks.

Mie berformalin : Tekstur mie lebih terang atau lebih glossy. Lebih lentur, lebih kenyal dan tidak mudah putus saat dimasak. dan aroma telur pada mie tersebut tidak tercium.

Mie Sehat : Mudah basi dan hanya bertahan sekitar 12 jam.

Akibat dari penggunaan formalin boraks pada mie ini adalah jika penggunaan boraks akibatnya baru terlihat beberapa tahun setelah penggunaan seperti gangguan pada hati dan otak bahkan kematian. Penggunaan formalin dampaknya langsung setelah kita mengkonsumsinya seperti pusing, mual, gangguan pencernaan dan gangguan pada hati.

Sebenarnya tidak perlu menambahkan formalin dan boraks pada mie basah, karena cara mengawetkan mie basah sangat mudah dengan mengubah mie basah menjadi mie kering atau dengan seperti ini :

  • Kukus mie basah 1/2 s.d 3/4 matang.
  • Dinginkan pada suhu ruangan sampai benar-benar dingin.
  • Bungkus mie dengan plastik.
  • Bungkus kembali dengan kertas koran.
  • Lalu simpan pada lemari es walaupun sudah begitu ketahannya hanya sampai 2 hari setelah pembuatan mie.