Waspada, Anak yang Kerap Terkena Diare Bisa Menyebabkan IQ Rendah

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak di Indonesia adalah diare. Menurut data yang dikeluarkan oleh Riskerdas pada tahun 2013 lalu, setidaknya 1 dari 7 anak di Indonesia mengalami diare 2 hingga 6 kali dalam setahun.

doktersehat-anak-sakit-konsul

Tingginya angka serangan diare pada anak ini disebabkan oleh kebanyakan orang tua yang tidak menyadari penyebabnya dan juga cara menanganinya. Menurut pakar kesehatan dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A (K), penyebab paling umum dari diare adalah adanya infeksi pada usus yang dipicu oleh parasit, virus, atau bakteri. Khusus di Indonesia, 30 persen dari kasus diare yang ada disebabkan oleh rotavirus dan disusul oleh masalah intoleransi laktosa. Sementara itu, di negara-negara lainnya masalah kesehatan perut ini justru lebih sering disebabkan oleh masalah intoleransi laktosa, meskipun tetap saja kasus yang disebabkan oleh rotavirus juga masih cukup tinggi.

Jika diare terjadi karena masalah rotavirus, maka bagian jonjot usus akan mengalami kerusakan yang akhirnya memicu penurunan produksi beberapa jenis enzim yang berperan besar dalam proses pencernaan nutrisi. Contoh enzim yang mengalami penurunan produksi adalah enzim laktase yang sangat penting dalam mencerna gula alami atau laktosa, kandungan yang bisa ditemukan pada susu. Karena laktosa tidak tercerna dengan baik, maka diare pun akan menjadi semakin parah, perut menjadi mudah kembung, dan kotoran pun menjadi lebih berbau asam.

Yang menjadi masalah adalah, diare yang terjadi pada anak ternyata tidak bisa kita sepelekan begitu saja karena bisa berpengaruh buruk bagi tumbuh kembangnya. Jika anak termasuk kerap terkena diare, Ia akan mengalami resiko memiliki IQ yang lebih rendah. Selain itu, pertumbuhan tubuhnya juga menjadi lebih lambat. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa anak yang kerap mengalami diare rata-rata memiliki tinggi badan 3,5 cm lebih rendah dari anak-anak lainnya saat usianya 7 tahun.