Waspada Ablasio Retina Beresiko Robekan Pada Mata

DokterSehat.Com – Ablasio Retina adalah terpisahnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya. Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.

doktersehat-mata-otak

Awal kemunculan ablasio bisa di satu titik kecil pada retina dan bila tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio ini biasanya terjadi pada penderita miopia tinggi atau penderita yang telah menjalani operasi katarak atau penderita cedera mata.

PENYEBAB
Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa.
Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa terjadi akibat:
* Trauma
* Proses penuaan
* Diabetes berat
* Penyakit peradangan, tetapi ablasio retina sering kali terjadi secara spontan.

FAKTOR RESIIKO
– Rabun dekat
– Riwayat keluarga dengan ablasio retina
– Diabetes yang tidak terkontrol
– Trauma.

GEJALA
Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya, serta menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio. Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan-pemeriksaan lain yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
* Oftalmoskopi direk dan indirek
* Ketajaman penglihatan
* Tes refraksi
* Respon refleks pupil
* Gangguan pengenalan warna
* Pemeriksaan slit lamp
* Tekanan intraokuler
* USG mata
* Angiografi fluoresensi
* Elektroretinogram.

Baca Juga:  Kleptomania

PENGOBATAN
Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio.

PENCEGAHAN
Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata. Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali.

Semoga bermanfaat..