Wanita yang Sudah Melahirkan 69 Anak Ini Meninggal Dunia

DokterSehat.Com – Jika kita bertanya pada orang tua atau kakek dan nenek kita, maka cukup banyak dari mereka yang memiliki saudara dengan jumlah yang cukup banyak. Beberapa lansia bahkan mengaku jika mereka memiliki anak lebih dari sepuluh. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kebanyakan orang tua jaman sekarang yang hanya memiliki anak yang masih bisa dihitung dengan jari satu tangan saja. Tak hanya karena program KB yang dijalankan oleh pemerintah, kesibukan masyarakat modern juga membuat mereka memilih anak dengan jumlah yang sedikit agar tidak kerepotan.

doktersehat-bayi-kembar

Hanya saja, sebuah kabar yang mengejutkan datang dari Palestina dimana seorang wanita yang berusia 40 tahun dikabarkan baru saja meninggal dunia setelah melahirkan anaknya yang ke 69. Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang wanita dengan usia sependek ini bisa melahirkan begitu banyak anak. Namun, menurut website Raialyoum, wanita ini sepertinya melahirkan anak kembar selama 16 kali, bayi kembar tiga 4 kali, dan bayi kembar empat 4 kali selama hidupnya.

Melihat adanya catatan kelahiran yang luar biasa ini, Al Arabiya pun menganggap wanita ini sebagai wanita paling subur di seluruh dunia jika dibandingkan dengan statistik secara global. Hanya saja, Khaleej Times masih menganggap bahwa sejauh ini, Guinness World of Records masih menganggap istri Feodor Vassilyev sebagai wanita dengan rekor melahirkan paling banyak anak dalam sejarah. Wanita yang dilaporkan hidup pada tahun 1707 hingga tahun 1782 ini juga melahirkan 69 anak, namun, rentang usianya yang cukup panjang sangat memungkinkan kelahiran anak sebanyak itu. Namun, BBC dan juga Guinness World of Records justru membantah adanya catatan rekor dari istri Feodor Vassilyev ini.

Baca Juga:  Bayi Kembar Tiga Ini Dilahirkan Selama Enam Hari

Berita tentang wanita dari Palestina ini masih menjadi bahasan yang cukup hangat di kalangan internet, khususnya bagi yang tertarik dengan dunia kesehatan. Sebuah forum diskusi bahkan menyebutkan jika wanita yang tidak disebutkan namanya ini adalah seorang yang mengabdikan hidupnya bagi ras dan budayanya.