Fenomena Meningkatnya Kanker Paru pada Wanita Non-Perokok

DokterSehat.Com – Fenomena yang menarik perhatian dunia kesehatan saat ini adalah meningkatnya angka kematian karena penyakit keganasan yang dimana angkanya sudah mendekati kematian akibat penyakit infeksi, tidak terkecuali penyakit pada sistem pernafasan. Penelitian terbaru yang dilakukan di India menyebutkan prevalensi angka kematian akibat kanker pada sistem pernafasan didaerahnya meningkat 0,5 kali lipat dibandingkan tahun 2013. Bahkan yang lebih mengherankan lagi kanker paru khususnya yang temukan 47,8 persennya adalah orang-orang non-perokok.

doktersehat-mual-muntah-makanan-kadaluarsa

Perlu kita garis bawahi bahwa banyak penelitian telah menunjukkan bahwa wanita lebih rentan terhadap bahan kimia penyebab kanker yang ditemukan dalam rokok. Dalam studi lain, gen yang berhubungan dengan pertumbuhan sel kanker paru-paru abnormal ditemukan lebih aktif pada wanita dibandingkan pada pria. Wanita yang tidak merokok sekalipun, apabila menjadi perokok pasif maka sel tubuhnya akan lebih rentan menjadi kanker dibandingkan laki-laki.

Tidak hanya rokok, peneliti di Swedia yang melihat catatan medis dari 140.000 penderita kanker payudara menemukan bahwa terjadi peningkatan kanker paru-paru 5 sampai 20 tahun setelah pengobatan kanker payudara. Kecurigaan adalah bahwa radioterapi di daerah dada mungkin telah membuat paru-paru lebih rentan terhadap penyakit. Lebih lanjut menurut para peneliti di University of Pittsburg, estrogen dapat memacu pertumbuhan kanker paru bukan sel kecil terutama pada pasien kanker payudara yang menggunakan metode terapi subsitusi dengan estrogen.

Karena besarnya faktor resiko yang ada, langkah-langkah pencegahan harus segera dilakukan mulai dari diet seperti buah apel. Berdasarkan studi di Finlandia, buah apel sehari dapat memberi perlindungan pada paru. Asupan tinggi senyawa beta karoten dapat menurunkan risiko kanker paru Anda, namun studi juga menunjukkan bahwa beta karoten hanya efektif bila senyawa tertelan dari seluruh makanan seperti buah persik, melon, wortel, mangga, sayuran berdaun gelap sebagai tambahan suplemen yang dapat dikonsumsi adalaha selenium dan Vitamin C yang dikonsumsi jangka panjang telah terbukti dapat menurunkan kejadian kanker paru-paru. Namun yang tidak kalah penting dalam proses pencegahan adalah mengindari paparan rokok baik aktif ataupun pasif serta selalu olah raga teratur dan hindari stres berlebihan agar metabolisme tubuh kita dalam berjalan dengan baik.