(Wanita)… “Mari Biasakan Hidup Sehat untuk Menghindari Kanker Payudara”

DokterSehat.comPemicu penyakit kanker payudara diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, usia, dan juga faktor keturunan. Jenis kanker ini umumnya diderita oleh wanita, tetapi juga dapat menyerang pada laki-laki, karena sama-sama memiliki jaringan payudara. Namun kemungkinan perbandingan kanker antara wanita dan laki-laki adalah 1000:1.

11

Ketika berbicara mengenai penyebabnya, ternyata faktor genetika menjadi salah satu pemicu utama. Seorang dokter bedah tumor kepala, leher, payudara, kulit, dan jaringan ikat menyatakan bahwa faktor gen memiliki resiko sebanyak 4 kali yang diturunkan oleh ibunya. Dengan adanya gen BRCA 1 dan BRCA 2 sering bermutasi pada wanita hingga menjadi kanker payudara. Terlebih lagi bagi wanita yang mewarisis gen bermutasi BRCA memiliki resiko hingga 80 % terkena kanker payudara.

Meski begitu, bukan berarti orang yang memiliki riwayat keturunan akan selalu terwarisi penyakit ini pula. Gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu terjadinya kanker payudara. Misalnya mengkonsumsi alkohol mampu meningkatkan kadar estrogen,  endogen, sehingga meningkatkan aktivitas tumor. Selain itu merokok juga memiliki efek yang langsung, yaitu racun dan karsinogenisk yang dapat mempengaruhi resiko penyakit kronis melalui mekanisme hormonal. Serta konsumsi lemak yang berlebihan, seperti daging dengan tingkat kematangan yang rendah. Kadar lemak tubuh wanita dapat meningkatkan kadar estrogen dan resiko kanker payudara. Selain itu faktor umur pun dapat memicu, semakin tinggi usia, semakin tinggi pula resikonya, terlebih lagi setelah menopause mampu meningkatkan kadar estrogen dan progesteron yang lebih besar dan sangat beresiko kanker payudara.

Jadi bagi wanita yang sudah menopause dan memiliki berat badan yang berlebih alias obesitas memiliki faktor resiko terserang kanker payudara. Maka dari itu untuk mencegahnya dapat dilakukan kesadaran dini oleh diri sendiri. Caranya adalah dengan meraba payudara sendiri. Tanda-tanda yang muncul jika terdeteksi kanker diantaranya, ada benjolan permanen dan tidak terasa sakit ketika disentuh, terjadi penebalan kulit di sekitar payudara dan ketiak, perubahan ukuran payudara, kulit payudara berkerut, keluar cairan darah, serta terjadi tarikan pada puting susu.

Baca Juga:  Susah Menelan Tandai Kanker Payudara dan Esofagus

Untuk mengurangi faktor resiko terjadinya kanker payudara, alangkah baiknya untuk melakukan gaya hidup yang sehat, terutama dalam memilih jenis makanan. Perbanyak vitamin A dan retinoid, vitamin C dan E, selenium dan teh. Namun jika Anda merasa memiliki suatu tanda-tanda yang seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera cek ke dokter, atau bisa langsung melakukan screening mamografi USG, untuk mengetahui diagnosa secara pastinya.