Wanita Lebih Rentan Gangguan Mental Setelah Serangan Jantung

DokterSehat.Com – Serangan jantung merupakan suatu keadaan dimana terdapat penyempitan pembuluh darah koroner sehingga menggangu aliran darah ke otot jantung dan otot jantung mengalami kerusakan atau gangguan fungsi.

14

Serangan jantung lebih banyak menyerang pria, tetapi lebih banyak berakibat kematian pada wanita. Lebih lanjut, pada wanita yang selamat dari serangan jantung, mereka rentan untuk menderita gangguan mental yang lebih parah.

Sebuah penelitian baru-baru ini dilakukan di Lithuania terhadap 160 pasien yang selamat dari serangan jantung di Vilnius University Hospital. Sebulan setelah serangan jantung, peneliti menganalisis data mengenai jenis kelamin, usia, riwayat medis, kebiasaan merokok dan olahraga peserta penelitian. Para peneliti juga mengukur status kesehatan mental mereka dengan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk mengetahui apakah peserta menderita gangguan depresi atau kecemasan. Skor 0-7 menunjukkan tidak ada depresi atau kecemasan, sedangkan skor 8-10 menunjukkan potensi depresi atau kecemasan. Skor 11 ke atas menunjukkan depresi atau kecemasan ringan sampai sedang.

Wanita lebih tinggi

Sementara pria memiliki skor depresi rata-rata 6,87, rata-ratanya pada wanita adalah 8,66. Untuk kecemasan, pria memiliki skor rata-rata 7,18 dan wanita memiliki skor rata-rata 8,20. Terlepas dari jenis kelamin, peserta penelitian yang depresi hampir enam kali lebih mungkin untuk meninggal dalam enam bulan setelah serangan jantung dibandingkan dengan pasien yang tidak depresi.

Studi kami menunjukkan bahwa perempuan lebih sering terkena gangguan kecemasan dan depresi yang lebih parah dibandingkan laki-laki, tetapi sampai sekarang masalah ini sebagian besar tidak diketahui, jelas ketua peneliti Pranas Serpytis pada kongres European Society of Cardiology (ESC), di mana dia mempresentasikan hasil penelitian. Depresi berat pasca serangan jantung terjadi pada sekitar 18 persen kasus dan merupakan prediktor penting kecacatan dan penurunan kualitas hidup di tahun-tahun setelah serangan jantung, lanjutnya.

Baca Juga:  Orang Yang Ceria Lebih Susah Terkena Penyakit Jantung

Merokok dan olahraga

Selain itu, merokok tampaknya meningkatkan risiko kecemasan, sedangkan kurang olahraga meningkatkan risiko depresi. Rata-rata skor HADS untuk kecemasan di antara pasien perokok adalah 10,16, dibandingkan dengan skor rata-rata 7,3 pada pasien yang tidak pernah merokok dan 4,55 pada pasien yang berhenti merokok lebih dari dua tahun sebelumnya. Tidak ada hubungan yang ditemukan antara merokok dan depresi setelah serangan jantung. Rata-rata skor HADS untuk depresi pada pasien yang tidak aktif secara fisik adalah 8,96.

Studi ini menunjukkan bahwa mendorong pasien untuk berhenti merokok dan meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan dan depresi setelah serangan jantung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti hubungan antara serangan jantung dan masalah kesehatan mental.