Wanita Ini Tidak Bisa Gemuk Meski Banyak Makan, Ternyata Terkena Penyakit Ini

doktersehat-berat-turun-diet

DokterSehat.Com– Seorang wanita berusia 34 tahun bernama Rebecca hanya memiliki lemak sebanyak 11 persen dari keseluruhan bobot tubuh. Padahal, rata-rata wanita memiliki kadar lemak sebanyak 32 persen. Hal ini membuatnya memiliki badan yang ideal layaknya atlet professional. ┬áPadahal, nafsu makan Rebecca termasuk sangat besar dan Dia juga bukan orang yang rajin berolahraga.

Rebecca yang merupakan ilmuwan dari kawasan Teddington, Barat Daya London ini menyebutkan bahwa meski terlihat bugar, dalam realitanya Ia ternyata sedang mengalami masalah kesehatan yang membuatnya tidak bisa gemuk. Masalah kesehatan tersebut disebut sebagai familial partial lipodystrophy atau FPLD, masalah genetik yang membuat tubuhnya tidak mampu mendistribusikan sel lemak dengan normal. Di dalam tubuhnya, sel lemak hanya akan disimpan pada wajah, otot, dan di sekitar organ dalam tubuh. Yang menjadi masalah adalah, banyaknya lemak dekat dengan organ dalam tubuh ini bisa membahayakan kesehatan. Di dalam tubuhnya juga terdapat kadar trigliserida dan kolesterol yang sangat tinggi sehingga membuatnya rentan terkena penyakit jantung yang mematikan.

FPLD hanya terjadi pada sekitar 100 orang di seluruh Inggris dan disebabkan oleh faktor keturunan. Untuk kasus Rebecca, saudara kembarnya juga mengalami masalah yang sama dan hal ini diwarisi oleh sang ayah.

Penderita FPLD rentan terkena gangguan metabolisme seperti resistensi insulin yang bisa memicu diabetes, menyebabkan sindrom ovarium polikistik (PCOS) bagi kaum hawa, hingga memicu peningkatan nafsu makan dengan drastis. Kondisi nafsu makan yang besar ini disebabkan oleh sel lemak di dalam tubuh yang berada dalam kondisi yang rendah sehingga membuat kadar leptin, hormon yang bisa memberitahu otak bahwa perut sudah dalam kondisi kenyang, juga sangat rendah. Kondisi ini membuat otak tak kunjung merasa kenyang meski sudah makan sangat banyak.

Kini, Rebecca sudah didiagnosis terkena diabetes tipe 2 akibat sebagai efek lanjutan dari FPLD yang dideritanya. Kondisi ini membuatnya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari. Ia juga perlu mengkonsumsi obat demi menjaga kadar kolesterol dan mengatasi tekanan darah tinggi dalam tubuhnya.