Wanita Ini Terkena Penyakit Akalasia yang Membuatnya Selalu Muntah Setiap Kali makan

DokterSehat.Com – Kate Gillespie yang masih berusia 24 tahun ini terkena sebuah penyakit langka bernama akalasia semenjak dua tahun silam. Gara-gara penyakit ini, Ia selalu mengalami muntah-muntah setelah makan. Selain makanannya, Ia juga ikut memuntahkan pil KB yang sudah Ia minum sehingga Ia pun akhirnya hamil karena tidak memiliki kontrasepsi pencegah kehamilan sama sekali. Sebenarnya, Kate sudah dijadwalkan melakukan operasi untuk mengatasi penyakit akalasia yang dideritanya, namun, Ia justru lebih memilih untuk menunda operasi tersebut untuk merawat kandungannya hingga persalinan tiba.

doktersehat-mual-muntah-makanan-kadaluarsa

Tim dokter sebenarnya agak khawatir dengan kondisi Kate yang terus saja muntah setelah makan. Bagaimana tidak, kondisi kehamilan tentu membuatnya harus mengkonsumsi cukup banyak makanan bergizi demi perkembangan dan kesehatan janin di dalam perutnya. Sayangnya, kondisi akalasia ini tentu beresiko membuat sang bayi kelaparan. Beruntung, hal ini ternyata tidak benar-benar terjadi. Kate mengaku jika Ia sama sekali tidak mengalami morning sickness dan ternyata sang anak mengalami perkembangan yang cukup bagus.

Kate menyebutkan jika karena kondisi akalasia ini, badannya terlihat kurus kering. Ia pun diminta oleh dokter untuk kerap memeriksakan kondisi medisnya selama kehamilan demi menjaga kesehatan dan perkembangan janin. Namun, pada akhirnya, Ia mampu melahirkan bayi yang cukup sehat pada bulan Agustus tahun lalu dan kini, bayi yang diberi nama Charlie ini sudah berusia 15 bulan dan terlihat fit layaknya bayi-bayi pada umumnya.

Kondisi akalasia yang dialami oleh Kate membuatnya merasa mual setelah menelan beberapa suapan makanan. Ia bahkan kerap mengalami panik karena merasa ada makanan yang terjebak pada kerongkongannya sehingga akhirnya meminum dua liter air setiap kali makan. Dokter menyebutkan jika kerongkongannya tidak bisa rileks saat mengkonsumsi makanan sehingga makanan pun tidak bisa benar-benar mencapai perutnya dan akhirnya terjebak di kerongkongan dan memicu mual dan muntah. Beruntung, pada bulan Oktober 2015, Ia berhasil melakukan operasi yang membantunya menelan makanan dengan lebih baik tanpa perlu merasakan mual-mual kembali.