Wanita Ini Bisa Tidur Hingga 22 Jam Dalam Sehari

DokterSehat.Com – Heather Reed, seorang wanita berusia 37 tahun, diketahui memiliki Kleine-Levin Syndrome, atau yang justru lebih dikenal sebagai Sleeping Beauty Syndrome, semenjak dua tahun lalu. Sindrom yang cukup langka ini bisa membuat penderitanya tidur dalam waktu yang lebih lama dari orang pada umumnya. Reed sendiri mengaku jika andai Ia dalam kondisi yang baik, Ia hanya membutuhkan 12 jam untuk tertidur. Namun, andai Ia merasakan kelelahan yang luar biasa, Ia bisa tidur dalam waktu yang sangat lama, yakni 22 jam dalam sehari!

doktersehat-tidur-lampu-menyala

Reed yang berasal dari Nova Scotia, Kanada, menyebutkan jika sindrom ini telah mempengaruhi kehidupannya. Dia mengaku jika Ia hidup laksana hantu. Bagaimana tidak, terkadang Ia bisa merasakan kelelahan luar biasa sehingga bisa membuat tubuhnya terasa nyeri dan sulit untuk melakukan kegiatan layaknya orang pada umumnya. Ia bahkan mengaku jika kini Ia hanya bisa melakukan sedikit aktivitas karena terbatasnya waktu untuk terjaga. Sebagai contoh, Ia bahkan harus berusaha keras andai harus keluar rumah dan bertemu banyak orang karena penyakit ini bisa membuatnya mudah merasa lelah.

Dua tahun lalu, Reed terkena infeksi virus yang membuatnya menderita selama 3 bulan dan Ia pun mulai mengalami masalah pada waktu tidurnya. Dokter yang memeriksanya berpikir jika Ia hanya sedang mengalami kondisi kelelahan kronis. Namun, Ia kemudian melakukan operasi ginjal secara mendadak dan masalah tidurnya semakin menjadi saat fase pemulihan. Setelah memeriksakan diri ke dokter neurologis, barulah Ia tahu bahwa masalah tidur yang dideritanya adalah Kleine-Levin Syndrome, masalah yang hanya menyerang seribu orang di seluruh dunia.

Meskipun waktu tidurnya sangat banyak, Reed mengaku jika tidur yang Ia dapatkan sama sekali tidak berkualitas dan saat terbangun, Ia masih merasakan kelelahan layaknya orang yang tidak pernah tidur dalam waktu yang lama. Karena kondisi kesehatannya, Reed pun harus merelakan pekerjaannya sebagai seorang ahli konservasi biologis karena kesulitan untuk mengatur waktu tidurnya. Padahal, sebagaimana diketahui, masih belum ada obat untuk Kleine-Levin Syndrome dan Ia pun harus mendapatkan banyak perhatian dari keluarganya.