Waktu Yang Tepat Untuk Hubungan Suami Istri Saat Hamil

DokterSehat.Com – Berhubungan bagi pasangan suami istri yang sah merupakan salah satu bentuk pernyataan kasih sayang, kebersamaan dan kedekatan perasaan dalam hubungan suami istri.



Namun ketika sang istri sedang hamil, banyak kebingungan dan keragu-raguan bahkan ketakutan yang dialami oleh pasangna suami istri dalam melaukan hubungan. Banyak pertanyaan yang menggelayut di benak mereka, apakah hubungan suami istri benar-benar harus dihindari oleh ibu hamil?

Yang perlu diperhatikan adalah Berhubungan Suami Istri saat hamil harus dilakukan dengan benar, sehingga kehamilan dapat terus berlangsung dengan aman  dan istri tetap merasa nyaman saat melakukan hubungan Suami Istri pada saat hamil bahkan mendapatkan kepuasan. Adapun aspek yang harus diperhatikan ketika berhubungan suami istri saat hamil adalah

Posisi dan gerakan hubungan suami istri saat hamil

  • Lakukan Hubungan badan dalam posisi yang  rileks, tidak melelahkan terutama istri
  • Jangan gunakan posisi hubungan suami istri yang akan bagian perut istri anda
  • Suami tidak boleh memasukan alat kelamin terlalu dalam.

Waktu yang tepat hubungan suami istri saat hamil

  • Ketika suami dan istri menginginkan untuk melakukannya
  • Istri dalam keadaan sehat, tidak terlalu lelah dan lebih dianjurkan ketika pagi hari

Terjadi flek akibat hubungan suami istri saat hamil

Ketika Wanita mencapai orgasme akan terjadi sedikit kontraksi (ketegangan semacam kram ringan) pada rahim. Apabila hal ini terjadi sejak awal, maka kondisi kram yang terus menerus saat orgasme ini atau akibat aktifitas Hubungan Suami Istri yang melelahkan dapat menjadi pemicu timbulnya perdarahan saat melakukan Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Bahaya sperma untuk Janin

Cairan sperma tidak berbahaya untuk janin di dalam kandungan, kecuali apabila suami menderita infeksi alat kelamin atau menderita AIDS. Namun Bagi Ibu Hamil yang  rawan terjadi keguguran (pernah mengalami flek),  pada kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya tidak menumpahkan sperma di  dalam vagina. Hal ini dikarenakan cairan sperma mengandung  zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya ketika menjelang kelahiran disarankan untuk lebih sering melakukan hubungan Suami Istri, sehingga membantu merangsang kontraksi.

Baca Juga:  Apa itu Ambeien ?

Cairan sperma tidak dapat mengotori bayi karena dia terlindung aman dalam kantung. Namun apabila suami menderita infeksi kelamin dan dalam pengobatan, sebaiknya gunakan kondom bila berhubungan dengan istri yang sedang hamil.

Berhubungan badan pada awal Kehamilan sebenarnya tidak berbahaya, bahkan akan mengurangi ketegangan dan stres akibat  perubahan hormonal dalam tubuh wanita Hamil. Namun tentu harus hati – hati melakukannya, Termasuk lebih membatasi frekuensi dalam Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Larangan hubungan suami istri saat hamil :

  • Suami Istri dilarang Berhubungan Suami Istri saat hamil ketika ketuban sudah pecah
  • Suami terinfeksi HIV atau AIDS dan berhubungan Suami Istri tidak menggunakan kondom
  • Ibu hamil mempunyai riwayat keguguran yang terlalu sering
  • Di diagnosa plasenta previa dan mengalami perdarahan

Dengan beberapa tips diatas semoga anda dan istri tetap bisa menikmati hubungan suami istri saat hamil. Namun ketika istri mengalami keluhan mules ringan terasa seperti nyeri dan kram saat haid, atau keluar flek kecoklatan atau perdarahan dengan warna merah muda sampai dengan darah segar menetes, segera periksaan ke dokter terdekat, sehingga resiko keguguran dapat dihindarkan.