Waktu Terbaik Berhubungan Intim Agar Tidak Hamil

DokterSehat.Com– Sebagian pasangan suami istri sengaja menunda kehamilan Karena ingin fokus pada berbagai hal lain terlebih dahulu. Selain itu, menunda kehamilan juga biasanya dilakukan untuk menjaga jarak usia anak yang satu dengan yang lainnya. Untuk mencegah kehamilan ini, bukan berarti pasangan tidak akan melakukan hubungan intim sama sekali.

doktersehat-pasangan-seks

Untuk mencegah kehamilan, pasangan bisa dengan mudah mendapatkan alat kontrasepsi. Namun, jika anda termasuk dalam orang yang tidak ingin memakai alat kontrasepsi saat berhubungan intim, maka anda bisa mencari waktu terbaik untuk melakukannya agar tidak hamil.

Sebagai informasi, siklus haid setiap wanita berbeda-beda dari 21 hari hingga 31 hari. Siklus ini diawali dengan hari pertama datang bulan. Hal ini berarti hari terakhir siklus ini adalah sehari sebelum menstruasi dimulai. Di hari pertama haid inilah dinding Rahim luruh dan menyebabkan pendarahan haid. Setelah pendarahan ini berhenti, mulailah masa awal ovulasi. Fase awal ovulasi inilah yang disebut sebagai masa subur wanita sehingga jika kita berhubungan intim di waktu ini, kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan sangatlah besar.

Jika anda tidak ingin hamil saat berhubungan intim, pastikan untuk menghitung dengan tepat kapan waktu dimana peluang untuk mendapatkan kehamilan paling kecil. Saat menstruasi, sangat kecil kemungkinan wanita untuk hamil. Namun, kita tentu sebaiknya tidak berhubungan intim saat masa ini, bukan? Beruntung, pakar kesehatan menyebutkan bahwa 1 atau 2 hari setelah fase menstruasi ini selesai adalah masa dimana peluang untuk mendapatkan kehamilan sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sel telur baru yang dilepas dalam tubuh wanita. Memang, sperma masih bisa hidup di dalam tubuh hingga beberapa hari kemudian, namun, jika belum ada sel telur yang dilepaskan, maka kecil kemungkinan kita mendapatkan kehamilan.

Baca Juga:  Kualitas Sperma Saat Bulan Puasa

Hanya saja, mengingat tidak banyak orang yang bisa menghitung dengan tepat siklus ovulasi dan menstruasi wanita, cara ini tentu masih memiliki resiko untuk mendapatkan kehamilan jika dibandingkan dengan penggunaan kontrasepsi yang tentu lebih menjamin.