Waktu Berjemur Sinar Matahari yang Ideal Ternyata Bukan di Pagi Hari

DokterSehat.Com – Di akhir pekan seperti sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan waktu luang untuk berolahraga atau setidaknya berjemur sinar matahari di pagi hari. Tujuannya? Tentu saja untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat. Melakukan latihan fisik di bawah paparan hangatnya sinar matahari pagi diyakini akan membuat kita mendapatkan asupan vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, menurut pakar kesehatan, waktu berjemur sinar matahari yang ideal ternyata bukan di pagi hari seperti yang kita duga selama ini. Kapankah waktu ideal tersebut?

doktersehat-meditasi-yoga-rileks

Pakar kesehatan yang merupakan Guru Besar dari Fakultas Ekologi manusia di Institut Pertanian Bogor bernama Hardinsyah Ridwan, berkata bahwa kebanyakan orang ternyata salah paham akan waktu terbaik untuk berjemur di bawah sinar matahari. Banyak dari kita yang berpikir jika sinar matahari yang hangat dan biasanya didapatkan di bawah jam 8 pagi adalah waktu terbaik untuk berjemur. Namun, menurut Hardisnyah, waktu terbaik untuk berjemur sebenarnya adalah setelah jam 9 pagi hingga jam 1 siang. Karena waktu berjemurnya sudah cukup siang, Hardisnyah juga menyarankan kita untuk melakukannya selama 20 menit saja. Dalam sepekan, kita juga hanya perlu melakukannya 3 hingga 4 kali saja.

Apa sajakah manfaat dari asupan vitamin D dari sinar matahari ini? Hardinsyah berkata bahwa bagi anak-anak, asupan vitamin D dari sinar matahari bisa membantu pertumbuhan tulangnya tetap sehat dan maksimal. Jika tidak mendapatkan asupan vitamin D tersebut, dikhawatirkan kita bisa mengalami ketidaknormalan pertumbuhan tulang atau beresiko lebih besar untuk terkena osteoporosis dan riketsia.

Tak hanya berjemur di bawah sinar matahari, kita juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dari makanan layaknya ikan sarden, ikan salmon, dan berbagai macam sayuran. Tak hanya anak-anak, orang dewasa dan para lansia sebaiknya memenuhi kebutuhan asupan vitamin D ini demi kesehatan tubuhnya.